BORNEONEWS, Nanga Bulik - Bupati Lamandau H Hendra Lesmana berpesan agar jajaran pemerintahan tidak selalu menjadikan minimnya ketersediaan anggaran, sumberdaya manusia (SDM) serta sarana dan prasarana (sarpras) sebagai sebuah alasan klasik atas terhambatnya pembangunan daerah.
Bupati menyebut, hambatan-hambatan klasik itu justru harus dijadikan tantangan untuk tetap membangun daerah dengan berbagai inovasi.
Hal itu diungkapkan Bupati saat syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Kecamatan Menthobi Raya, Senin (4/3/2019). "Kita sadar bahwa masalah klasik yang sering dihadapi dalam melaksanakan pembangunan adalah minimnya ketersediaan anggaran, SDM dan juga sapras. Namun posisikanlah masalah klasik itu sebagai tantangan yang harus dibenahi secara perlahan," kata Bupati.
Di hadapan perwakilan SOPD, FKPD serta para camat, Bupati mengatakan, beberapa upaya yang dapat dilakukan mengatasi masalah klasik tersebut antara lain dengan menyeleksi dan memprioritaskan pelaksanaan program yang tepat sasaran di berbagai tingkatan, mulai dari desa, kecamatan, hingga kabupaten.
--page
"Saya juga mengingatkan agar roda pemerintahan di berbagai level tingkatan harus kompak dan satu suara. Kekompakan itu saya yakini akan menjadi energi positif dalam memecahkan berbagai tantangan yang dihadapi," tukasnya. (HENDI NURFALAH/m)








