BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Rimbun menungkapkan kerusakan jalan yang terjadi di wilayah Kecamatan Telawang cukup parah.
Menurutnya penyebab rusaknya jalan di Kecamatan Telawang itu akibat kendaraan dari perusahaan perkebunan.
Angkutan perusahaan itu tidak memikirkan kemampuan jalan yang hanya menahan bobot 8 ton muatan sumbu terberat (MST).
Rimbun mengakui angkutan dari perusahaan ini merupakan penyebab kerusakan jalan milik pemerintah. Mereka seakan kurang peduli dengan kondisi ketahanan jalan. Padahal pemerintah sudah menentukan ambang batas kemampuan jalan tersebut.
Kendaraan yang banyak melintas itu angkutan CPO perusahaan begitu juga angkutan buah dan lain sebagaianya.
--page
"Saya melihat mereka banyak menggunakan truk di atas kemampuan jalan kita pada umumnya,”kata Rimbun, Selasa (5/3/2019)
Meski demikian lanjutnya pada dasarnya itu memang kurangnya kepedulian, pengusaha terlalu mengejar keuntungan tanpa melihat sisi lainnya.
Padahal saat jalan itu rusak maka yang rugi tidak hanya satu pihak tetapi banyak orang. Termasuk juga perusahaan itu. Selama ini angkutan mereka akan terkendala ketika jalan rusak yang penuhbkubangan.
Meski begitu Rimbun juga meminta pemerintah dengan melihat kondisi arus investasi yang kian deras di daerah ini kelas jalan hendaknya ditingkatkan. (NACO/B-6)








