LAMANDAU –

BORNEONEWS, Nanga Bulik- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lamandau menilai media massa memiliki peranan sangat penting untuk ikut serta mengawasi pemilu. 

Tidak mengherankan bila kemudian Bawaslu mengibaratkan posisi media massa bak teknologi modern yakni VAR (video assistant referee) atau video asisten wasit yang sudah banyak digunakan di liga sepak bola dunia. Teknologi itu sebagai salah satu alat bantu kinerja pengadil di lapangan hijau.

"Bawaslu dan KPU inikan ibarat wasit di dunia sepak bola. Sedangkan media massa ibarat teknologi VAR. Punya peran membantu tugas kami jika ada keputusan krusial namun memerlukan berbagai pertimbangan," kata Ketua Bawaslu Lamandau Bedi Dahaban saat Sosialisasi Pengawasan Pemilu dengan menggandeng Organisasi Masyarakat Sipil dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lamandau di Nanga Bulik, Selasa (5/3/2019).

Bedi menyebut, Bawaslu menilai sajian media massa sama-sama memiliki tanggung jawab melihat persoalan secara objektif. Meski pada akhirnya pengambilan keputusan tetap ada di Bawaslu dan tentu keputusan diambil atas pertimbangan aturan main dan regulasi yang berlaku.

Ia juga mengatakan, Bawaslu memiliki tagline 'Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu'. Artinya, insan pers sebagai salah satu entitas masyarakat yang independen memiliki peran menyampaikan informasi penting tentang segala hal berkaitan dengan proses penyelenggaraan pemilu.

--page

Sementara itu, Ketua Komisioner KPU Lamandau Bidang Teknis Penyelenggara, Yustedi, menyebut bahwa pemilu bukan hanya sebatas rutinitas dan seremonial politik. Namun, merupakan proses politik dalam menentukan tatanan pemerintahan yang dambakan masyarakat.

Yustedi juga mengatakan, pemilu serentak 2019 merupakan perwajahan baru dari proses politik di Indonesia.

"Artinya, sebagai warga negara yang baik kita sama-sama memiliki tanggung jawab untuk menyukseskan pemilu serentak tahun ini. Termasuk OMS, insan pers, serta semua masayarakat sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Kesuksesan pemilu serentak 2019 adalah sejarah baru bagi bangsa Indonesia bahkan dapat menjadi percontohan dunia," ujar dia. (HENDI NURFALAH/B-3)