BORNEONEWS, Kasongan - Wakapolda Kalimantan Tengah, Brigjen Pol Rikwanto berharap pelaksanaan Pemilu 17 April 2019 mendatang berlangsung aman dan damai.
Hal tersebut disampaikan Wakapolda Kalteng saat menghadiri tabligh akbar dan doa bersama untuk mewujudkan pemilu 2019 aman, damai dan sejuk di Polres Katingan, Selasa (5/3/2019) malam.
"Kita semua berharap pemilu 17 April 2019 nanti bisa berlangsung aman, damai dan sejuk," kata Rikwanto.
Dalam beberapa tahun terakhir, kata Wakapolda, marak bermunculan aksi radikalisme dengan mengatasnamakan agama.
Agama yang semestinya memberikan ajaran tentang perdamaian justru dijadikan kendaraan yang dinilai tepat untuk menjalankan aksi radikalisme.
--page
Ayat-ayat kitab suci terkesan disalahgunakan dengan mengutip beberapa ayat, sehingga menimbulkan tafsiran yang bermacam-macam sesuai dengan kepentingan suatu kelompok maupun golongan.
"Hal tersebut tentunya menjadi suatu ancaman besar terhadap keutuhan NKRI yang harus kita perangi bersama," tegasnya.
Kekerasan dan kebencian dalam menegakkan Dinnul Islam, bukanlah cara yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.
Sudah sepatutnya umat muslim semua selaku umatnya, meniru segala apa yang sudah diajarkannya, menjadikanya panutan dalam hidup ini.
"Tak ada sifat tercela yang ditunjukkanya tanpa cacat, Rasulullah mencontohkan kepada kita bagaimana menjadi seorang manusia, bagaimana menjadi seorang muslim," kartanya.
--page
Dalam kesempatan ini pula, Wakapolda juga mengutip pernyataan Proklamator RI Bung Karno.
"Kita ingin hidup mendirikan satu negara, semua buat semua, bukan satu negara untuk satu orang, bukan satu negara untuk satu golongan, tetapi kita mendirikan negara semua buat semua," kutipnya.
Tabligh akbar dan doa bersama ini diisi dengan tausiyah oleh penceramah Ustad Al-Habib Muhammad Syahab, yang juga pimpinan Majelis Taklim Al-Anwar Jakarta. (ABDUL GOFUR/B-11)








