BORNEONEWS, Nanga Bulik - Puluhan anak pendidikan anak usia dini (PAUD) Kasih Bunda Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, belajar menjadi petugas pemadam kebakaran, Rabu (6/3/2019) pagi.
Sekitar 70 anak PAUD datang ke Kantor Satpol PP dan Damkar Lamandau dengan menggunakan odong-odong. Mereka kemudian memenuhi halaman Kantor petugas penegak peraturan daerah itu.
Pasukan cilik yang terdiri dari murid Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-Kanak (TK) Paud itu sedang mengikuti program 'Outing Class' atau belajar mengenal lingkungan sekitar yang menjadi salahsatu metode pembelajaran yang diterapkan sekolahnya.
"Hari ini kami sedang menjalankan program Outing Class, salahsatu metode belajar yang kita terapkan di PAUD Terpadu Kasih Bunda," ujar Winda, salahsatu guru PAUD di sela-sela kegiatan.
Winda menyebut, Outing Class merupakan metode pembelajaran yang diterapkan di Paud Terpadu Kasih Bunda dengan jadwal kegiatan minimal dua kali di dalam satu semester.
--page
Kegiatan Outing class ini, kata Winda, merupakan media belajar yang cukup efektif dalam menyampaikan ilmu pengetahuan. Tujuannya untuk mendekatkan siswa dengan lingkungan dengan melihat realita sesungguhnya.
“Kegiatan ini juga sudah kami sesuaikan dengan tema pembelajaran di sekolah. Biasanya Outing Class ini dilaksanakan sebagai puncak tema, yang seperti kali ini temanya itu tentang Air, Udara dan Api,” ujar Winda.
Sementara itu, keseruan kegiatan kian terlihat saat anak-anak dikenalkan langsung tentang siapa dan apa tugas Satpol PP dan Damkar. Termasuk saat pengenalan langsung tentang perlengkapan apa saja yang menjadi penunjang kerja mereka Satpol PP dan Damkar.
Petugagas Tindak Internal Satpol PP yakni Marjoni dan Petugas dari Damkar Novitasari, kala itu langsung memandu pengenalan tentang tugas-tugas mereka kepada anak-anak. Mereka mengenalkan tentang bahaya kebakaran dan cara menanggulanginya, termasuk praktek langsung tentang tata cara menggunakan berbagai perlengkapan seperti halnya APAR (Alat Pemadam Api Ringan).
Beberapa murid Paud juga terlihat mewakili teman-temannya untuk praktek, sebut saja di antaranya adalah Abbe dan Avaro. Sembari dipandu petugas dan juga pendamping, Avaro mencoba langsung bagaimana menggunakan APAR untuk memadamkan api dengan benar. Tak jarang, saat praktek banyak tingkah lucu dan menggemaskan dari anak-anak yang kerap mengundang gelak tawa teman-teman sebayanya.
--page
Puluhan anak-anak juga diberi tahu tentang apa saja tugas pemadam kebakaran, yakni pemadaman dan juga penyelamatan.
Agar materi dan praktek mudah dipahami, petugas Damkar memberi contoh dengan disertai referensi film-film anak yang memiliki nuansa edukatif, seperti halnya kisah upin-ipin yang bertindak sebagai petugas damkar dan melakukan penyelamatan hewan atau binatang yang terjebak.
"Kegiatan ini sangat baik, karena anak-anak sudah dibekali pengetahuan bahkan pengenalan lingkungan sejak dini, tak hanya materi, namun juga praktek," ujar Novitasari, salahsatu petugas Damkar kala dibincangi.
(HENDI NURFALAH/B-2)








