BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pemerintah Kabupaten Lamandau melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar sosialisasi Pemilu tahun 2019 dengan membidik segmen perempuan di Aula Bappeda, Rabu (6/3/2019).
Kepala Bakesbangpol Lamandau Edison Dewel, menyebut, ada sejumlah alasan yang mendorong pemerintah daerah melakukan sosialisasi khusus untuk kalangan perempuan. Di antaranya adalah masih minimnya pembelajaran politik yang secara khusus menyasar kalangan perempuan di Kabupaten Lamandau selama ini.
"Selama ini sosialisasi tentang pemilu sudah banyak dilakukan untuk kalangan umum, namun faktanya justru diikuti oleh mayoritas kalangan laki-laki, padahal sejatinya kalangan perempuan memiliki segmentasi yang jumlahnya cukup banyak dan sangat menentukan," katanya.
Diketahui, para peserta yang mengikuti sosialisasi Pemilu yang digelar Pemkab Lamandau merupakan perwakilan dari tokoh-tokoh wanita dari berbagai organisasi masyarakat (Ormas) wanita, puluhan siswi SLTA pemilih pemula, kalangan ibu rumah tangga, pengusaha wanita, ibu-ibu perwakilan dari ASN, karyawati dan dari kalangan lainnya.
Edison Dewel menjelaskan, sosialisasi Pemilu khusus untuk kalangan perempuan sebagai salah satu media pembelajaran politik bagi kaum wanita yang memiliki kedudukan yang sama secara politik.
--page
Kegiatan itu juga diharapkan dapat menjadi sarana dalam meningkatkan partisipasi pemilih di Kabupaten Lamandau pada pemilu serentak 2019 mendatang.
Edison Dewel mengatakan, Pemkab Lamandau tidak ingin masyarakat Kabupaten Lamandau termasuk kalangan perempuan apatis terhadap pendidikan politik.
Sebaliknya, segmentasi perempuan yang cukup banyak itu harus didorong menjadi agen-agen politik untuk meningkatkan partisipasi pemilih di Kabupaten Lamandau. Salah satu caranya dengan meminta mereka berperan aktif menginformasikan tentang pentingnya pelaksanaan Pemilu tahun 2019 mendatang.
"Ada kalangan perempuan yang menekuni usaha UMKM misalnya, nah kami ingin mereka juga punya kesadaran politik dengan saling berbagi informasi tentang pentingnya menggunakan hak suara agar tidak golput. Termasuk, ibu-ibu jamaah pengajian kan banyak, sama juga kalangan lainnya," tukas dia. (HENDI NURFALAH/B-2)








