KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Ribuan orang menyaksikan secara langsung kegiatan arak-arakan ogoh-ogoh di wilayah Kecamatan Basarang, Rabu (6/3/2019) sore. Kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan salah satu rangkaian menyambut Hari Raya Nyepi.

Pantauan Borneonews.co.id nampak ribuan warga dimulai dari orang dewasa hingga anak-anak turut memadati lokasi kegiatan yang berada di sekitar Jalan Trans Kalimantan Km 12 Kecamatan Basarang.

Ketua panitia kegiatan, Nyoman Sanah mengungkapkan dalam kegiatan tersebut ada dua ogoh-ogoh yang diarak yakni 'nyamuk raksasa' dan 'raksasa butha kala' dengan masing-masing filosopi atau makna di dalamnya.

"Untuk nyamuk raksasa ini yang bisa menularkan berbagai penyakit seperti demam berdarah yang terjadi akhir-akhir ini. Dengan diarak dan nantinya akan dipralina (dibakar) diharapkan mampu memberikan ketenangan dan kenyamanan kepada umat yang akan melaksanakan catur brata penyepian besok," ucapnya.

Sedangkan untuk raksasa butha kala yang merupakan perwujudan dari enam musuh dalam tubuh manusia yang disebut sadripu dengan filosopi musuh yang ada dalam tubuh manusia.

--page

"Jadi ini harus dimusnahkan agar tidak mengganggu manusia, sehingga kita dapat melaksanakan berbagai aktivitas dengan baik," ucapnya.

Setelah dilepas langsung oleh Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat secara simbolis dengan memecahkan kendi yang berisi air kum-kum, masing-masing ogoh-ogoh diberangkatkan dari batas desa ini menuju batas Desa Batu Nindan Km 16 dan ogoh-ogoh satunya menuju ke batas Desa Basarang Jaya di Km 9 untuk dipralina.

"Kami berterima kasih kepada semua yang telah berpartipasi dalam kegiatan ini, sehingga terlaksana dengan baik," ucapnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-6)