BORNEONEWS, Palangka Raya - Uskup Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Mgr Aloysius Sutrisnaatmaka memimpin misa Rabu Abu di Katedral Santa Maria, Jalan Tjilik Riwut Km 1, tadi sore.
Semua umat Katolik yang menghadiri misa ini mulai dari bayi hingga orang tua semua menerima tanda salib di dahinya yang dituliskan Uskup, para Pastor, dan Biarawati.
"Tanda salib merupakan tanda dimulainya pertobatan bagi umat Katolik, ditandai dengan puasa dan pantangan," kata Uskup, Rabu (6/3/2019).
Puasa ini menurut Uskup dilaksanakan selama 40 hari sejak Rabu Abu sampai hari Minggu Palma.
"Masa 40 hari dengan berbagai liturgi yang diakhiri dengan Minggu Palma, Kamis Putih, menjelang peringatan 3 peristiwa amat penting yaitu Kematian Yesus pada hari Jumat Agung, dilanjutkan dengan penguburannya dan masa tinggalnya di dalam kubur, serta kebangkitan-Nya dari kematian pada hari Minggu Paskah," jelas Uskup lagi.
--page
Selama masa puasa ini, lanjut Uskup, umat dilarang makan daging setiap hari Jumat, sementara hari lainnya berpuasa dengan cara mengurangi porsi makan dan makan kenyang hanya sekali sehari. (TESTI PRISCILLA/B-5)








