BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, William Novetra mendorong agar pemerintah daerah mencanangkan program setiap desa wajib memiliki kebun sendiri.
Apakah itu berupa kebun karet, rotan, sawit atau kebun jenis lainnya, karena ia melihat potensi itu akan jadi sumber pendapatan desa yang produktif dan jangka panjang ke depannya.
"Kebun itu bisa dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dengan begitu, desa juga memiliki sumber pendapatan aslinya untuk menuju desa yang mandiri ke depannya," kata dia, Kamis (7/3/2019)
Lanjut William, jika di setiap desa itu memiliki kebun sendiri, maka akan lebih mandiri dan desa bisa membangun secara maksimal. Bahkan ia menyayangkan ketika zaman investasi perkebunan saat booming lalu pihak desa enggan membangun sendiri kebunnya.
Dari itu, dengan kondisi dana desa yang mencapai miliaran rupiah seperti sekarang, desa perlu ada sumber pendapatan aslinya, jangan hanya bergantung dari sektor kucuran dari kabupaten atau pusat saja.
--page
"Paling tidak, desa itu punya kebun luasan 10 hektare. Maka hingga usia 25 tahun ke depan akan jadi sumber pendapatan yang stabil. Memang jika melihat dari fluktuasi harga sawit, karet dan rotan masih belum menggiurkan. Tetapi proyeksi ke depannya komoditas itu akan jadi andalan pendapatan," pungkasnya. (NACO/B-2)








