BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Masih ada upaya lain untuk mengatasi masalah keterbatasan anggaran, dalam hal pembangunan di bidang pariwisata di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Bupati Kobar Nurhidayah Jumat (8/3/2019) menjelaskan, khusus untuk pembangunan dibidang fisik dalam sebuah objek wista ternyata masih bisa bekerjasama dengan pihak ketiga atau dengan pihak kelurahan/desa.
"Bisa dengan melakukan kemitraan yang sudah kita jalin selama ini dengan pihak desa. Pihak desa juga bisa menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD) untuk pembangunan sebuah objek wisata. Jadi, desa bisa melakukan beragam inovasi berkaitan dengan objek dan potensi wisata di desanya. Kemudian Pemkab Kobar siap memfasilitasi dalam hal promosi objek wisata tersebut," jelas Bupati.
Bupati kemudian menjelaskan inovasi yang dilakukan oleh beberapa pihak atau kelurahan/desa.
"Contohnya Hutan Wisata Jurung 3 yang berada di Desa Pasir Panjang. Kemudian Kampung Kopi di Desa Kumpai Batu Atas. Selain itu kita Bendung Berambai di Desa Berambai Makmur. Serta waterfront city yang pengelolaannya dilakukan kerjasama dengan pemerintah Kelurahan Mendawai," jelas Bupati.
--page
Sehingga, menurut Bupati, berbagai terobosan dibidang pembangunan fisik pariwisata tidak melulu mengandalkan anggaran daerah.
"Harapan dan target yang akan kita capai untuk tahun 2019 bila dijelaskan secara persentase jumlah wisatawan meningkat 25 persen dan tahun 2020 bertambah lagi peningkatannya menjadi 30 persen," jelas Bupati. (KRIDA/B-5)








