NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Habib Syech Bin Abdul Qodir As-Segaf mengaku bahwa kehadirannya pada acara Lamandau Bersholawat 2019 Jumat (8/3/2019) merupakan kali pertama dirinya ke daerah berjuluk Bumi Bahaum Bakuba. 

Meski begitu, salahsatu ulama bersar yang berasal dari Solo, Jawa Tengah, itu memberi isyarat bahwa dirinya berencana kembali lagi di kemudian hari. 

"Ini baru pertama kali saya ke Lamandau. Sambutannya luar biasa, saya sangat senang sekali dapat berjumpa dengan masyarakat di sini, bersama-sama duduk satu majlis untuk bersholawat," kata Habib Syech di sela-sela jeda bersholawat. 

Meskipun sekarang baru pertemuan pertama, sambung Habib Syech, tapi Insya Allah bukan yang terakhir. "Masih akan ada pertemuan ke dua, ke tiga, dan pertemuan selanjutnya. Insya Allah".

Tak ayal, pernyataan itupun disambut riuh jawab "Amin" dan tepuk tangan dari ribuan jamaah yang hadir. 

Habib Syech juga bercerita bahwa dirinya hampir saja membatalkan kehadirannya ke Lamandau dikarenakan kondisi kesehatannya masih dalam proses pemulihan pasca dua hari lalu keluar dari perawatan di Rumah Sakit. Namun keinginan untuk dapat tetap berangkat ke Lamandau sudah kuat. Sekalipun harus 'melanggar' saran dokter agar dirinya tetap beristirahat.

--page

Selebihnya, Habib Syech juga mendoakan agar kabupaten Lamandau menjadi daerah yang terus bergerak maju, masyarakatnya sejahtera hingga menjadi daerah yang 'Baldatun Thayyibatun Warobbun Ghofur' serta diberkahi Allah SWT. 

Dirinya juga berharap agar masyarakat di kabupaten Lamandau tetap menjaga persatuan, hidup rukun damai dalam dalam kemajmukan. 

"Kita harus hidup dengan rukun, saling menghormati dan menyayangi antar sesama manusia. Ingat, perbedaan itu adalah sunnatullah, karenanya NKRI Harga Mati !," tukasnya. 

(HENDI NURFALAH/m)