NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Ribuan jamaah yang memadati Halaman Kantor Bupati Lamandau tampak larut dalam acara Lamandau Bersholawat yang dihadiri Habib Syech Bin Abdul Qodir As-Segaf, Jumat (8/3/2019).

Ribuan jamaah yang hadir kala itupun dipastikan tak hanya dari masyarakat yang ada di kabupaten Lamandau. Saat disapa, mereka khusisnya Syecher Mania (Sebutan untuk jamaah pecinta Habib Syech) ternyata ada yang sengaja datang dari luar daerah, sebut saja diantaranya seperti halnya dari beberapa daerah di Sukamara, dari Kotawaringin Barat (Kobar), bahkan juga dari Seruyan. 

Belasan sya'ir shalawat yang dilantunkan secara berjamaah dengan waktu lebih dari dua jam seakan terasa sangat singkat. 

Jika dimungkinkan, para jamaah seakan siap bahkan ingin tetap melantunkan shalawat tanpa dibatasi waktu. Terbukti dari banyaknya sayup-sayup teriakan "lanjuuutt!" dari jamaah agar acara tetap lanjut meskipun Habib Syech sudah memberi kode bahwa acara akan segera berakhir. 

Diketahui, dari beberapa syair sholawat yang dilantunkan suara merdu yang khas dari Habib Syech dan pengiring serta diikuti jamaah diantaranya adalah shalawat dengan judul sya'ir "Qomarun", "Sahalawat Badar" dan banyak lagi yang lainnya. 

--page

Selain sholawat berbahasa arab, sesekali Habib Syech juga melantunkan shalawat dengan dikompilasi bahasa Jawa dan juga bahasa indonesia. Beberapa sya'ir yang dilantunkan juga bermuatan pesan-pesan tentang kecintaan terhadap tanah air dan peneguhan kecintaan terhadap NKRI. 

"Bersholawatlah, mari perbanyak shalawat agar hati kita bahagia, dengan sholawat maka beban hidup akan terasa ringan. Dengan banyak bersholawat, semoga kita semua mendapatkan syafaat di akhirat kelak," harap Habib Syech.

Salahsatu ulama besar yang berasal dari Sol, Jawa Tengah, itu juga meminta agar masyarakat senantiasa terus mendoakan pemimpin-pemimpin bangsa ini berada dalam lindungan Allah SWT. Mendoakan agar bangsa indonesia dijauhkan dari bala bencana. Termasuk mengingatkan agar masyarakat dapat tetus taat kepada para Kyai dan Ulama sebagai penerus para Nabi.
(HENDI NURFALAH/m)