BORNEONEWS, Palangka Raya - Sampah menjadi salah satu masalah krusial yang selalu muncul dalam pengelolaan kawasan. Termasuk juga seperti yang terjadi di Kota Palangka Raya.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, Antonia M.T. Kupa mengatakan, langkah konkrit yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan reduce, reuse dan recycle (3R).
"Pengurangan sampah tidak akan jauh dari 3R. Karena memang untuk menekan produksi sampah gerakan ini sangat optimal," tutur Antonia dalam paparannya di Aula Kejaksaan Negeri Palangka Raya Sabtu (9/3/2019).
Ia menjelaskan, reduce merupakan upaya untuk mengurangi timbunan-timbunan sampah di lingkungan sumber. Sampah bisa dikurangi sebelum terjadinya penumpukan dengan cara mencegahan pembuangan sampah sembarangan yang dilakukan masyarakat.
Kemudian, reuse berarti menggunakan kembali sampah atau bahan-bahan yang terbuang dan tidak terpakai agar tidak terjadi penumpukan sampah. Banyak sampah-sampah yang dapat digunakan kembali seperti kertas, botol bekas seperti bekas minum-minuman, kaleng susu. Kemudian mengubahnya menjadi pot tanaman, atau kerajinan tangan, dan kreativitas lainnya.
--page
Terakhir, recyle merupakan langkah mendaur ulang kembali sampah-sampah atau bahan-bahan yang tidak lagi berguna menjadi bahan lain. Seperti sampah kertas yang juga dapat diolah kembali menjadi bubur kertas, sehingga bisa dicetak kembali menjadi kertas yang bisa di jual. (HERMAWAN DP/B-2)








