BORNEONEWS, Palangka Raya - Guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Bumi Tambun Bungai, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) berencana membangun rumah sakit bertipe A.
Pembangunan rumah sakit tipe A inipun sepertinya bukan hanya sekedar isu saja, selain dari Pemprov Kalteng, pihak DPRD Kalteng juga memberi dukungan untuk pembangunan tersebut.
Selain itu, Pemprov Kalteng telah mengatur beberapa langkah startegis agar pembangunan rumah sakit tipe A ini bisa terwujud. Dan berikut sejumlah berita yang dimuat borneonews.co.id dalam pekan ini terkait rencana pembangunan rumah sakit tersebut:
--page
Pembangunan RS Tipe A Menggunakan Skema KPBU

Sekertaris Daerah (Sekda) Kalteng, Fahrizal Fitri menerangkan, rencananya pembangunan rumah sakit tipe A ini akan menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) mengingat pembangunannta memerlukan biaya yang sangat banyak.
"Kita menerapkan skema PKBU ini karena alasan pembangunan rumah sakit tipe A ini akan sangat banyak menelan biaya," ucapnya, Jumat (8/3/2019).
Setidaknya, Fahrizal memperkirakan pembangunan rumah sakit tipe A tersebut memerlukan biaya Rp 800 hingga 1 miliar.
Dengan pertimbangan tersebut, jika pembangunan dibebankan penuh pada ABPD maka pembangunan bidang lainnya kemungkinan akan terhambat.
--page
Apa Saja Tindak Lanjut Pemprov Kalteng agar Pembangunan Rumah Sakit Tipe A Bisa Terwujud?

Sekda Kalteng Fahrizal Fitri menuturkan pihaknya telah mengambil langkah strategis agar pembangunan rumah sakit tipe A bisa dibangun.
Salah satunya dengan mengalokasikan anggaran pembangunan.
"Kita telah mengalokasikan anggaran untuk proses persiapan dan penyusunan Studi Pendahuluan Rumah Sakit kelas A
melalui APBD 2019 pada Dinas Kesehatan," ujarnya, Jumat (8/3/2019).
Selain itu, pihaknya juga telah membentuk tim Simpul Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang telah melakukan konsultasi pendahuluan ke Bappenas dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT. PII) pada tanggal 30-31 Januari 2019.
Tim Simpul PKBU telah mengikuti peningkatan kapasitas terkait proyek KPBU di Kalteng dan difasilitasi oleh Kantor Bersama KPBU di Jakarta, pada 14-15 Februari 2019 lalu," lanjutnya.
Dia menyebut, pelaksanaan magang di Bappenas dalam rangka pendampingan review studi pendahuluan, yang telah dimulai tanggal 24 Februari 2019 yang lalu saat ini telah mencapai 84 persen.
--page
Rumah Sakit Tipe A Tunjang Pimindahan Ibu Kota

Wakil ketua Komisi B DPRD Kalteng, M Asera secara terang-terangan memberikan dukungan kepada pemerintah agar rumah sakit Tipe A ini bisa terwujud.
Bahkan, politisi PKB ini menyebut, dengan keberadaan rumah sakit tipe A akan sangat menunjunjang provinsi Kalteng untuk menjadi ibu kota baru Indonesia.
"Kalau ingin menjadi ibu kota, tentunya sudah sewajarnya provinsi Kalteng harus memiliki rumah sakit bertipe A," ucapnya, Kamis (7/3/2019).
Selain itu, dia juga sangat mendukung keberadaan rumah sakit tipe A agar masyarakat Kalteng tidak perlu lagi berobat keluar daerah.
"Kalau rumah sakit tipe A, tentunya tenaga medisnya juga akan lebih berpengalaman sehingga maysrakar kita tidak perlu jauh-jauh keluar daerah untuk berobat," tambah dia.
--page
Rumah Sakit Tipe A Kalteng Bakal Jadi Rujukan Regional Kalimantan

Latar belakang dari pembangunan rumah sakit tipe A ini karena fasilitas kesehatan dan tenaga medis di Kalteng masih belum memadai.
Sehubungan dengan rencana tersebut, Fahrizal menyebut telah dilakukan penyusunan studi kelayakan dan rencana utama untuk membangun rumah sakit tipe A pada tahun 2018 lalu.
Hasilnya, setelah ditinjau dari berbagai aspek, Kalteng layak mendirikan rumah sakit tipe A sebagai pusat tujukan provinsi, bahkan skala regional Kalimantan.
--page
Gubernur Sugianto Ingin Rumah Sakit Tipe A Bernuansa Hijau

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran telah meminta kepada dinas kesehatan dan pihak terkait agar rumah sakit tipe A dibangun dengan nuansa hijau.
Bukan tanpa alasan, dia berpendapat nuansa hijau tersebut sesuai dengan alam yang ada di Kalteng.
"Saya minta nanti kalau dibangun agar nuansa hijau, banyak tumbuhan karena itu mencerminkan Kalteng yang hutannya masih alami," ujarnya, Jumat (8/3/2019). (GAZALI/B-5)







