SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur H Supriadi menilai, hingga saat ini pengelolaan program corporate social responsibility (CSR) dari pengusaha perkebunan kelepa sawit belum terlihat berjalan secara maksimal.  

Pelaksanaan CSR selama ini jarang terlihat dan terkesan tidak terkoordinasi dengan baik padahal forum CSR sudah dibentuk namun seperti apa kontribusinya belum terlihat.

"Harusnya sejak dibentuk forum itu progres kegiatan mereka sudah kelihatan berjalan," kata Ketua DPD Golkar Kotim ini, Minggu (10/3/2019)

Dia meminta peluang pembangunan dengan program CSR ini bisa dioptimalkan. Sehingga daerah yang tidak termasuk dalam pembangunan APBD 2019 ini bisa dibiayai dengan program CSR tersebut.

Ditegaskannya kehadiran investasi itu untuk membantu pembangunan dengan ruang pelaksanaan CSR, dengan CSR yang terakomodir dan terencana dengan baik maka hasilnya akan kelihatan juga.

--page

Supriadi mengharapkan agar pelaksanaan CSR perusahaan tidak asal-asalan. Dan hendaknya juga harus punya perencanaan bahkan harus fokus ke sektor yang ingin dibangun.

Supriadi juga sudah menekankan kepada lima perusahaan perkebunan di daerah selatan untuk membangun jalan dari Jembatan Ramban, Desa Ramban menuju Desa Pondok Damar. Selama ini sudah ada jembatan penghubung namun akses jalan penghubung masih belum tersedia. (NACO/B-5)