BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palangka Raya mengkaim operasional Bus Rapid Transit (BRT) tidak akan mempengaruhi omset penarik angkot.
"Tidak berpengaruh, BRT tidak akan menganggu ataupun mengurangi penumpang para supir angkot," ucap Kepala Dishub Kota Palangka Raya, Eldy, Minggu (10/3/2019).
Ia menjelaskan BRT beroperasi dan melintas di jalur yang sama sekali tidak sama dengan jalur yang dilalui angkot. Selain itu penumpangnya telah ditetapkan Dishub serta hanya untuk mereka yang ingin ke tempat wisata.
Di samping itu BRT juga tidak pernah mengangkut penumpang yang berada dipinggir jalan. Bus tersebut hanya mengangkut penumpang di halte khusus yang sudah di sediakan pihak Dishub.
"Salah satunya seperti halte yang berada di taman Pasuk Kameloh Jalan S Parman," ucap dia.
--page
Bahkan, lanjut dia, sebelum diresmikannya BRT, Dishub telah berdiskusi bersama dengan Organda, sopir angkot dan pihak angkutan dalam jaringan yang beroperasi di daerah sekitar rute BRT. (HERMAWAN DP/B-5)








