PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Deputi Komisioner Pengawas Perbankan OJK, Teguh Supangkat mengatakan, pada 2019 ini kebijakan dan inisiatif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan difokuskan pada 5 area.

Hal ini disampaikannya saat menjadi pembicara dalam kegiatan Diseminasi Kebijakan Strategis OJK 2019, Selasa (12/3/2019) di Swissbell Hotel Danum.

"Pertama, menyediakan alternatif pembiayaan bagi sektor strategis pemerintah yang memerlukan pendanaan jangka panjang dan melengkapi infrastruktur pasar keuangan," kata Teguh di hadapan tamu diseminasi.

Kedua, lanjutnya, mendukung upaya pemerintah untuk mengurangi defisit transaksi berjalan dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

"Ketiga, menaruh perhatian besar pada penyediaan pembiayaan bagi UMKM dan masyarakat kecil di daerah terpencil yang belum terlayani oleh Lembaga Keuangan Formal, serta membuka akses investasi bagi masyarakat

luas," tuturnya lagi.

--page

Lalu yang keempat menurut Teguh, yakni menyiapkan industri jasa keuangan dalam menghadapi dan memanfaatkan revolusi industri 4.0.

"Kelima, meningkatkan daya tahan dan daya saing lembaga jasa keuangan nasional," tegasnya.

Diseminasi bertajuk "Kolaborasi Membangun Optimisme dan Akselerasi Pertumbuhan Berkelanjutan" ini dihadiri para petinggi dunia perekonomian Kalimantan Tengah.

Mulai dari Kepala OJK Kalteng Iwan Tri Handoyo sang tuan rumah, Kepala Bank Indonesia (BI) Kalteng Wuryanto, dan Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Kalimantan Tengah Stephanus Cahyanto Kristiadi. Kemudian, Asisten III Setda Pemprov Kalteng Kaspinoor, hingga para kepala perbankkan Palangka Raya dan Kalteng. (TESTI PRISCILLA/B-2)