PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalteng akan mendorong perbankan menyalurkan sejumlah porsi penyaluran kredit ke sektor usaha kecil, termasuk memperluas program Laku Pandai (branchless banking) melalui sinergi dengan Bank Indonesia.

"Selain itu, OJK akan melakukan enhancement Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) untuk mendukung penyediaan data terkait inklusi keuangan khususnya dalam upaya peningkatan penetrasi micro constumer," kata Deputi Komisioner Pengawas Perbankan OJK, Teguh Supangkat saat menjadi pembicara dalam Diseminasi Kebijakan Strategis OJK 2019 di Swissbell Hotel Danum, Palangka Raya, Selasa (12/3/2019).

OJK juga akan merelaksasi kewajiban emiten paska IPO bagi emiten dengan aset skala kecil dan menengah (Emiten UMKM) agar semakin banyak UMKM masuk ke pasar modal.

"OJK mendorong peningkatan penetrasi pasar modal di daerah dengan meningkatkan dan mengembangkan layanan perusahaan efek di daerah. OJK juga akan menerapkan Penawaran Umum secara elektronik (E-Book Building)," terangnya.

Ebook building diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penentuan harga di pasar perdana sehingga dapat memperluas akses investor dalam penawaran umum. 

--page

"Cakupan pengembangan akan mencakup kegiatan Penawaran Awal (book building), Penawaran Efek (offering), Alokasi, Penjatahan dan Distribusi Efek," jelasnya lagi.

OJK juga menurutnya di 2019 ini akan menyederhanakan proses transaksi Reksa Dana yang dilakukan secara online. Beberapa ruang lingkup dalam pengembangan ini adalah perluasan agen penjual termasuk laku pandai, perluasan sumber pendanaan dari rekening tabungan di Bank antara lain dengan kartu kredit dan e-walet.

Selain itu akan meningkatkan kerja sama dengan Lembaga dan instansi terkait dalam rangka memfasilitasi penyaluran KUR khususnya dengan skema klaster bagi UMKM di sektor pariwisata dan ekspor, pendirian Bank Wakaf Mikro menjadi sekitar 100 lembaga pada akhir tahun 2019 yang menyediakan pembiayaan bagi segmen ultramikro, pembentukan 100 BUMDes Center di berbagai daerah.

"Dengan tujuan optimalisasi aktivitas ekonomi masyarakat desa, termasuk juga penyaluran KPR Milenial, Bansos Non Tunai, MEKAAR dan juga UMi," terangnya.

Di sisi lain, meningkatkan literasi keuangan ke kelompok masyarakat di berbagai daerah melalui kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan di daerah dan akademisi juga akan menjadi fokus kebijakan OJK. 

--page

Selain tentunya mengefektifkan upaya peningkatan inklusi keuangan dan perlindungan konsumen Keuangan dan masyarakat melalui pendampingan, monitoring dan optimalisasi pelaksanaan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

"Kita juga akan memperkuat fungsi perlindungan masyarakat dan konsumen keuangan melalui optimalisasi peran Satgas Waspada Investasi," tegasnya.

Diseminasi bertajuk "Kolaborasi Membangun Optimisme dan Akselerasi Pertumbuhan Berkelanjutan" ini dihadiri para petinggi dunia perekonomian Kalimantan Tengah.

Mulai dari Kepala OJK Kalteng Iwan Tri Handoyo sang tuan rumah, Kepala Bank Indonesia (BI) Kalteng Wuryanto, Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Kalimantan Tengah Stephanus Cahyanto Kristiadi, Asisten III Setda Pemprov Kalteng Kaspinor, hingga para kepala perbankkan Palangka Raya dan Kalteng. (TESTI PRISCILLA/B-2)