BUNTOK –

BORNEONEWS, Buntok – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan akan menerapkan aplikasi e-kinerja pada Juni 2019 mendatang. Demikian disampaikan Pj Sekda Barsel, Syahrani kepada Borneonews, Selasa (12/3/2019). 

Ia mengatakan, aplikasi e-Kinerja memiliki fungsi untuk mengukur kinerja dan kedisiplinan pegawai tanpa terkecuali, baik yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun tenaga kontrak.

Dimana, lanjut dia, aplikasi ini memungkinkan pegawai melaporkan hasil pekerjaannya setiap hari sehingga dari laporan itulah dijadikan bahan penilaian dan evaluasi.

Ia membeberkan, sementara ini Barsel untuk penerapan e-Kinerja masih belum, namun dalam perencanaannya penggunaan e-Kinerja akan dimulai pada Juni mendatang.

Saat ini, lanjut dia, untuk pelaksanaan penerapan e-Kinerja pihaknya tengah mempersiapkan anggarannya. Tetapi sebelumnya telah melakukan kaji banding ke Kabupaten Kotawaringin Barat yang sudah menerapkan e-Kinerja di lingkungan pemerintahannya.

--page

“Kami sedang menyiapkan perangkat susunan yang diperlukan untuk menunjang penerapan e-Kinerja ini seperti nilai jabatan, beban kerja dan evaluasi jabatan,” jelas dia.

Menurutnya, sebelum itu pemerintah daerah akan melakukan evaluasi bersama pihak Universitas Airlangga. Saat ini sedang berproses untuk tahapan pembuatan MoU dengan Pemkab Barsel.

“Sekarang pun sudah dalam proses penyiapan e-Katalog untuk pengadaan perangkat keras atau hardware e-Kinerja. Sementara untuk software sudah ada,” beber dia.

Sebelum memulai penerapan e-Kinerja itu lanjut dia, pemerintah daerah terlebih dahulu akan memberikan sosialisasi ke Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) yang dilaksanakan pada akhir Maret.

“Kita harus mempersiapkan secara matang apa saja yang diperlukan agar Juni nanti sudah bisa dilaksanakan e-Kinerja ini di Barsel,” jelas dia.

--page

Ia menambahkan, dengan diimplementasikannya e-Kinerja nanti maka diharapkan seluruh aparatur bekerja sesuai dengan tugas, jabatan dan kompetensinya.

“Tidak ada lagi istilah, yang kerjanya sedikit mendapat hasil yang sama dengan yang kerjanya banyak,” tandas dia. (URIUTU DJAPER/B-2)