BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala OJK Kalteng Iwan Tri Handoyo menyebut, industri jasa keuangan di Kalimantan Tengah tergolong cukup banyak.
Hal itu dilihat baik dari jumlah maupun jenisnya, baik di sektor perbankan, pasar modal dan sektor industri jasa keuangan non bank, dengan jumlah LJK sebanyak 95 LJK dengan 458 jaringan kantor di seluruh Kalimantan Tengah.
"Dapat kami sampaikan bahwa Kinerja perbankan di Kalimantan Tengah secara umum tumbuh positif. Aset perbankkan mengalami peningkatan sebesar 11,25 persen pada Desember 2018, peningkatan total aset perbankan di Kalimantan Tengah lebih tinggi dari peningkatan aset perbankan se-Kalimantan yang hanya sebesar 9,07 persen," kata Iwan saat menyampaikan sambutannya dalam kegiatan Diseminasi Kebijakan Strategis OJK 2019 di Swissbell Hotel Danum, Palangka Raya, Selasa (12/3/2019).
Secara komposisi, menurutnya, Kalteng berada pada urutan ke-4 dengan persentase 11,61% total aset perbankan se-Kalimantan berada di Kalteng.
"Dana Pihak Ketiga (DPK) yang terdiri dari Giro, Tabungan dan Deposito di Kalteng tumbuh sebesar 12,71 persen dengan total DPK sebanyak Rp25,37 triliun dengan peningkatan tertinggi pada deposito yang berhasil dihimpun meningkat sebesar 33,17% (yoy)," jelasnya.
--page
Sementara pertumbuhan kredit/pembiayaan Bank Umum dan Bank Umum Syariah secara year on year cukup tinggi sebesar 9,37 persen pada Desember 2018 dengan total dana yang disalurkan mencapai Rp26,83 triliun serta dengan risiko kredit cukup terjaga tercermin dari rasio kredit bermasalah net (NPL) sebesar 0,55 persen.
"NPL dimaksud menurun jika dibandingkan dengan posisi Desember 2017 yang sebesar 0,69 persen, serta posisi NPL di Kalimantan Tengah jauh lebih rendah dibandingkan dengan rasio kredit bermasalah secara nasional yang sebesar 1,14 persen," jelasnya.
Acara yang diselenggarakan di Swissbell Hotel Danum ini juga menghadirkan terlampir Deputi Komisioner Pengawas Perbankan OJK, Teguh Supangkat sebagai pembicara utama dalam menyampaikan kebijakan OJK Pusat.
Diseminasi bertajuk "Kolaborasi Membangun Optimisme dan Akselerasi Pertumbuhan Berkelanjutan" ini dihadiri para petinggi dunia perekonomian Kalimantan Tengah.
Mulai dari Kepala Bank Indonesia (BI) Kalteng Wuryanto, Kepala OJK Regional 9 Kalimantan Haryanto, Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Kalimantan Tengah Stephanus Cahyanto Kristiadi, Asisten III Setda Pemprov Kalteng Kaspinor, hingga para kepala perbankkan Palangka Raya dan Kalteng. (TESTI PRISCILLA/B-2)








