BORNEONEWS, Palangka Raya - Di seluruh Pulau Kalimantan terdapat 668 jaringan kantor lembaga pembiayaan. Sebanyak 59 kantor di antaranya berada di wilayah Kalimantan Tengah.
Hal ini disampaikan Kepala OJK Kalteng Iwan Tri Handoyo saat menyampaikan sambutannya dalam kegiatan Diseminasi Kebijakan Strategis OJK Tahun 2019, di Swissbell Hotel Danum, Palangka Raya, Selasa (12/3/2019).
"Sebanyak 56 kantor dari total 668 jaringan kantor lembaga pembiayaan di seluruh Kalimantan, ada di Kalteng. Ini angka yang cukup besar untuk sebuah provinsi," kata Iwan.
Kinerja penyaluran piutang pembiayaan di Kalteng pun menurutnya tumbuh 1,15% dengan peningkatan nominal sebesar Rp49,48 miliar selama satu tahun, dengan total piutang pembiaayan mencapai Rp4,36 triliun pada Desember 2018 yang didominasi pada pembiayaan investasi dan pembiayaan multi guna.
"Adapun sektor penyaluran pembiayaan oleh perusahaan pembiayaan didominasi pada sektor rumah tangga sebesar 17,48%, dilanjutkan pada sektor pertambangan dan penggalian sebesar 15,17% dan sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 13,52%. Namun, hal yang menjadi perhatian adalah cukup tingginya non performing financing (NPF-gross) di Kalimantan Tengah pada Desember 2018 sebesar 6,90%, walaupun angka ini jauh menurun dibandingkan pada tahun 2017 yang mencapai 19,97%," jelas Iwan.
--page
Selanjutnya, terdapat 1 Dana Pensiun yang berkantor pusat di wilayah Kalteng dengan pengelolaan aset neto pada Desember mencapai Rp75,43 miliar.
Terkait dengan kinerja perasuransian, lanjut Iwan, pada Desember 2018 terjadi peningkatan yang signifikan, ditunjukkan dengan meningkatnya pendapatan premi asuransi komersial sebesar Rp438,27 miliar atau tumbuh 54,82% (yoy) dan untuk klaim asuransi komersial tercatat meningkat sebesar Rp65,88 miliar atau tumbuh 24,82%.
"Perusahaan asuransi jiwa menjadi penyumbang pendapatan premi terbesar dengan porsi sebesar 82,42% begitu juga dengan porsi pembayaran klaim dengan porsi mencapai sebesar 77,48% dari total pembayaran klaim," tuturnya.
Selain itu, kata Iwan, dalam rangka meminimalkan risiko kerugian bagi para pengusaha kecil, pemerintah telah mengeluarkan produk asuransi berupa usaha tani padi, usaha ternak sapi, nelayan dan perikanan pembudidaya ikan kecil yang bertujuan untuk melindungi petani/peternak/nelayan atas kerugian finansial akibat kegagalan panen, kematian atau kehilangan hewan ternak.
"Realisasi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di Kalteng telah diberikan kepada 25.326 orang petani dengan luas lahan 29,75 ribu hektar sawah. Selanjutnya, asuransi usaha ternak sapi telah melindungi sebanyak 424 peternak sapi serta asuransi nelayan telah diikuti oleh 699 nelayan dan 230 nelayan mandiri," paparnya.
--page
Acara yang diselenggarakan di Swissbell Hotel Danum ini juga menghadirkan terlampir Deputi Komisioner Pengawas Perbankan OJK, Teguh Supangkat sebagai pembicara utama dalam menyampaikan kebijakan OJK Pusat.
Diseminasi bertajuk "Kolaborasi Membangun Optimisme dan Akselerasi Pertumbuhan Berkelanjutan" ini dihadiri para petinggi dunia perekonomian Kalimantan Tengah.
Mulai dari Kepala Bank Indonesia (BI) Kalteng Wuryanto, Kepala OJK Regional 9 Kalimantan Haryanto, Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Kalimantan Tengah Stephanus Cahyanto Kristiadi, Asisten III Setda Pemprov Kalteng Kaspinor, hingga para kepala perbankkan Palangka Raya dan Kalteng. (TESTI PRISCILLA/B-5)








