BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah terus meningkatkan pelayanan akses keuangan untuk masyarakat di daerah terpencil.
Hal ini disampaikan Kepala OJK Kalteng Iwan Tri Handoyo saat menyampaikan sambutannya dalam kegiatan Diseminasi Kebijakan Strategis OJK Tahun 2019, di Swissbell Hotel Danum, Palangka Raya, Selasa (12/3/2019).
"Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat akan akses keuangan, khususnya di daerah terpencil dan dengan akses keuangan yang mudah, pada tahun 2018, telah berdiri 1 Lembaga Keuangan Mikro di Kalimantan Tengah yakni LKM Hatantiring Manggatang Utus di Dewa Luwuk Bunter, Sampit," kata Iwan.
Total aset LKM Hatantiring Manggatang Utus ini menurut Iwan yakni sebesar Rp378,87 juta, DPK Rp83,59 juta dan pinjaman yang telah disalurkan sebesar Rp272,46 juta.
"Kinerja pasar modal di Kalimantan juga menunjukkan perkembangan yang positif sepanjang tahun 2018 dengan peningkatan jumlah investor 96,16% atau terdapat 3.335 investor baru selama setahun terakhir," katanya.
--page
Sedangkan, nilai transaksi saham menurut Iwan meningkat 119,08% pada Desember 2018 yang mencapai Rp1,21 triliun namun nilai kepemilikan saham oleh investor di Kalteng mengalami penurunan sebesar 12,98% menjadi sebesar Rp1,47 triliun.
Acara yang diselenggarakan di Swissbell Hotel Danum ini juga menghadirkan terlampir Deputi Komisioner Pengawas Perbankan OJK, Teguh Supangkat sebagai pembicara utama dalam menyampaikan kebijakan OJK Pusat.
Diseminasi bertajuk "Kolaborasi Membangun Optimisme dan Akselerasi Pertumbuhan Berkelanjutan" ini dihadiri para petinggi dunia perekonomian Kalimantan Tengah.
Mulai dari Kepala Bank Indonesia (BI) Kalteng Wuryanto, Kepala OJK Regional 9 Kalimantan Haryanto, Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Kalimantan Tengah Stephanus Cahyanto Kristiadi, Asisten III Setda Pemprov Kalteng Kaspinor, hingga para kepala perbankkan Palangka Raya dan Kalteng. (TESTI PRISCILLA/B-5)








