BORNEONEWS, Palangka Raya - Selain melakukan pengawasan terhadap kinerja industri jasa keuangan, OJK Kalimantan Tenga juga memberikan perhatian terhadap kondisi literasi keuangan dan inklusi keuangan di Kalimantan yang saat ini tergolong masih rendah.
Hal ini disampaikan Kepala OJK Kalteng, Iwan Tri Handoyo saat menyampaikan sambutannya dalam kegiatan Diseminasi Kebijakan Strategis OJK Tahun 2019, di Swissbell Hotel Danum, Palangka Raya, Selasa (12/3/2019).
"Indeks literasi dan inklusi tersebut masih di bawah indeks Nasional. Oleh karena itu, OJK baik sendiri maupun bekerja sama dengan pemangku kepentingan terus melakukan kegiatan-kegiatan edukasi kepada berbagai kelompok masyarakat sehingga harapannya dapat mendorong tercapainya target inklusi keuangan pemerintah sebesar 75% pada akhir tahun 2019," kata Iwan dalam sambutannya.
Sepanjang tahun 2018 menurut Iwan, pihaknya telah melaksanakan 16 kali kegiatan edukasi dan sosialisasi yang dihadiri oleh 1.465 peserta di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
"Perlu kami ingatkan bahwa tanggung jawab untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat merupakan amanat Undang-Undang Republik
Indonesia, maka dari itu pada kesempatan ini kami mengharapkan semua Pelaku Usaha Jasa Keuangan dapat ikut memberikan edukasi kepada masyarakat melalui program-program unggulan agar target literasi dan inklusi keuangan dapat kita capai bersama," pesannya.
--page
Sementara dari sisi aspek pelayanan konsumen, lanjut Iwan, Kantor OJK Kalteng telah menindaklanjuti 136 pengaduan konsumen lembaga jasa keuangan dan melayani permohonan informasi data Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) sebanyak 583 permintaan dengan tingkat penyelesaian 100%.
"Kemudian dalam rangka melakukan pencegahan dan penanganan penawaran
investasi illegal, OJK bersama satgas waspada investigasi mengadakan kegiatan edukasi dengan topik terkait kewaspadaan terhadap penawaran investasi yang diduga illegal, penawaran atau janji pelunasan hutang, serta penawaran pinjaman online illegal," jelasnya.
Acara yang diselenggarakan di Swissbell Hotel Danum ini juga menghadirkan terlampir Deputi Komisioner Pengawas Perbankan OJK, Teguh Supangkat sebagai pembicara utama dalam menyampaikan kebijakan OJK Pusat.
Diseminasi bertajuk "Kolaborasi Membangun Optimisme dan Akselerasi Pertumbuhan Berkelanjutan" ini dihadiri para petinggi dunia perekonomian Kalimantan Tengah.
Mulai dari Kepala Bank Indonesia (BI) Kalteng Wuryanto, Kepala OJK Regional 9 Kalimantan Haryanto, Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Kalimantan Tengah Stephanus Cahyanto Kristiadi, Asisten III Setda Pemprov Kalteng Kaspinor, hingga para kepala perbankkan Palangka Raya dan Kalteng. (TESTI PRISCILLA/M)








