PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Industri jasa keuangan di Kalimantan Tengah masih memiliki peluang pertumbuhan yang baik dengan adanya program pembangunan infrastruktur untuk mendukung percepatan konektivitas antar daerah dan hilirisasi industri yang tentunya dapat menumbuhkan UMKM pendukung pembangunan tersebut.

Hal ini disampaikan Kepala OJK Kalteng, Iwan Tri Handoyo saat menyampaikan sambutannya dalam kegiatan Diseminasi Kebijakan Strategis OJK Tahun 2019, di Swissbell Hotel Danum, Palangka Raya, Selasa (12/3/2019).

"Melihat peluang terebut, bersama-sama kita perlu menumbuhkan portofolio sektor ekonomi selain tambang dan perkebunan yang potensial di Kalteng," kata Iwan.

Di antaranya, lanjut Iwan, yakni industri pengolahan melalui pembentukan kawasan industri, termasuk pengolahan hasil tambang dan kebun sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi.

"Selain itu, industri Pariwisata maupun Industri kreatif memperhatikan keindahan dan keragaman alam Kalteng," tuturnya.

--page

Acara yang diselenggarakan di Swissbell Hotel Danum ini juga menghadirkan terlampir Deputi Komisioner Pengawas Perbankan OJK, Teguh Supangkat sebagai pembicara utama dalam menyampaikan kebijakan OJK Pusat.

Diseminasi bertajuk "Kolaborasi Membangun Optimisme dan Akselerasi Pertumbuhan Berkelanjutan" ini dihadiri para petinggi dunia perekonomian Kalimantan Tengah.

Mulai dari Kepala Bank Indonesia (BI) Kalteng Wuryanto, Kepala OJK Regional 9 Kalimantan Haryanto, Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Kalimantan Tengah Stephanus Cahyanto Kristiadi, Asisten III Setda Pemprov Kalteng Kaspinor, hingga para kepala perbankkan Palangka Raya dan Kalteng. (TESTI PRISCILLA/B-5)