BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekretaris Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Alfian Batnakanti meminta agar pekerja seks komersial (PSK) yang terkena dampak penutupan lokalisasi tahun 2019 ini agar diberikan bekal saat memulangkannya ke daerah masing-masing.
"Bekal yang dimaksud, tidak berarti harus berupa uang, tapi bagaimana memberikan edukasi atau keterampilan yang nantinya dapat menjadi sarana para PSK untuk melangsungkan kehidupannya," kata Alfian, Kamis (14/3/2019).
Alfian mengatakan bahwa pemberian bekal tersebut memiliki manfaat besar bagi para pekerja prostitusi.
"Terutama ketika mereka ditempatkan di tengah-tengah kehidupan masyarakat dalam suasana baru," tambah Alfian.
Untuk Provinsi Kalteng sendiri kata Alfian, akan ada beberapa daerah yang diharuskan menindaklanjuti instruksi Kemensos terkait penutupan lokalisasi tersebut, salah satunya lokalisasi di Kota Palangka Raya.
--page
"Jika rencana pemerintah kota Palangka Raya untuk menutup lokalisasi sebagai tindak lanjut dari program Indonesia bebas lokalisasi prostitusi di tahun 2019, kita harus dukung itu," tambah Alfian. (TESTI PRISCILLA/B-5)








