BORNEONEWS, Sukamara - Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukamara, Harjono membeberkan penyebab masyarakat yang belum mengakses Water Closet (WC). Salah satunya, kurangnya kesadaran masyarakat terhadap sanitasi.
"Masih ada 26 persen masyarakat Sukamara yang belum mengakes WC. Penyebabnya terbagi dua, ada yang karena tidak mampu bikin WC, dan juga karena kesadarannya terhadap sanitasi kurang," kata Harjono, Sabtu (16/3/2019).
Dia melanjutkan, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak BAB sembarangan, pihaknya akan menggencarkan sosialisasi dan pendekatan melalui berbagai kegiatan.
Tujuannya, agar masyarakat mengetahui bahwa perilaku BAB sembarangan dapat mencemari lingkungan.
"Tetapi masyarakat kita itu ada juga yang sudah memiliki WC di rumah tapi masih BAB di sungai. Alasannya karena merasa lebih nyaman saja, inilah yang namanya kebiasan. Kita bertahap untuk mengubah perilaku ini," ujar Harjono.
--page
Harjono menuturkan, saat ini sebanyak 74 persen masyarakat di Kabupaten Sukamara sudah mengakses water closet atau tidak lagi BABS. (NORHASANAH/B-11)








