SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Masyarakat harus diberikan pemahaman, bahwa trotoar yang dibangun pemerintah itu adalah hak pejalan kaki.

Itu jelas tertuang dalam aturan bahwa trotoar jangan di salah fungsikan Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur, Hary Rahmad Panca Setia mengatakan bahwasanya salah satu alasan masyarakat jarang jalan kaki saat ini juga karena trotoar yang ada di Kota ini tidak mendukung.

"Begitu juga mereka yang gemar lari pagi atau malam, mengeluhkan keberadaan trotar yang kerap jadi alih fungsi," kata Ketua DPC Partai Hanura itu, Minggu (17/3/2019).

Dia menambahkan keberadaan trotoar saat ini memang belum terlihat maksimal, lantaran Kota Sampit masih berstatus sebagai kota berkembang.

Jika pada masanya nanti Kotim dikategorikan sebagai kota maju, sudah terasa manfaat dari trotoar itu sendiri.

--page

Lanjut Hary selama ini memang sulit membentuk kebiasaan. Ketika nantinya sudah terbiasa menggunakan trotoar sebagai peruntukannya, di situlah keberhasilan pemerintah memberikan edukasi.

"Maka dari itu sejak sekarang itu sudah harus dan secara terus menerus disampaikan dan tidak kalah penting fasilitas itu disiapkan dengan bagus," tandasnya. (NACO/B-6)