BORNEONEWS, Palangka Raya - Simulasi pemungutan suara adalah bentuk edukasi bagi masyarakat dan petugas.
"Kegiatan simulasi pemungutan suara seperti yang dilakukan akhir pekan kemarin adalah salah satu dari proses berlangsungnya pemilu dan simulasi ini lebih banyak faktor edukasinya," kata Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palangka Raya, Murni D Njinu kepada borneonews, Selasa (19/3/2019).
Hal ini disampaikan Murni terkait simulasi pemungutan dan penghitungan suara yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Tengah dan KPU Kota Palangka Raya beberapa hari lalu.
"Simulasi pemungutan dan perhitungan suara yang diselenggarakan tersebut dapat mendidik masyarakat dan petugas untuk pada saatnya nanti pada 17 April 2019 bisa memahami pelaksanaan pemilu itu," tambah Murni.
Sebelumnya, Ketua KPU Kalteng, Harmain Ibrohim menyampaikan sambutannya dalam pemilihan ini dilaksakanan di tempat pemungutan suara (TPS) 420 yang didirikan di spot Taman Pasuk Kameloh.
--page
"Ini riil TPS 420, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut. Saat hari pemilihan umum nanti benar-benar TPS ini ada dan digunakan oleh 214 pemilih yang sudah masuk dalam DPT," terangnya. (TESTI PRISCILLA/B-2)








