BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR) selaku emiten perkebunan, akan melakukan ekspansi bisnis pada biodiesel tahun ini.
Kuota biodiesel SMAR dan entitas anak usaha pada tahun ini mencapai 532.000 kilo liter. Saat ini, bisnis biodiesel cukup kondusif seiring adanya dukungan dari pemerintah.
Tahun lalu, bisnis biodiesel cukup bagus karena didukung kompetitifnya harga minyak sawit mentah untuk energi. Selain itu, sejak diterapkannya B20 pada September 2018, kondisi tersebut mampu menyerap kelebihan persediaan produk kelapa sawit di pasar domestik.
Sebagai informasi, penyerapan biodiesel dalam negeri melalui program mandatori B20 pada 2018 mencapai 3,8 juta ton atau naik 72% dibandingkan dengan 2017 yang hanya 2,2 juta ton.
Strategi lain yang dilakukan SMAR untuk meningkatkan kinerja, yakni melakukan diversifikasi produk. Pada 2019, SMAR berencana fokus melakukan intensifikasi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi melalui percepatan peremajaan tanaman.
--page
SMAR juga bakal meningkatkan efisiensi operasional dan menangkap peluang peningkatan margin yang timbul dari penyediaan produk dan layanan dengan nilai tambah.
Hingga September 2018, margin laba kotor dan margin laba bersih perseroan masing-masing 11,65% dan 0,04%. Sementara margin dari laba operasional mencapai 3,53%.
Tipisnya raihan margin pada sembilan bulan 2018, membuat SMAR gencar melaksanakan diversifikasi produk. Hingga September 2018, pendapatan dari segmen penghiliran berkontribusi hingga 87% dan penjualan CPO dan produk lainnya hanya menyumbang 13%.
Sampai September 2018, produksi tandan buah segar (TBS) SMAR mencapai 2,04 juta ton, turun 3,3% year on year dari sebelumnya sebanyak 2,11 juta ton. Sementara itu, produksi CPO juga terkoreksi 3,3% y-o-y menuju 470.387 ton dibandingkan produksi per September 2017 sebesar 486.485 ton.
Di sisi lain, produksi palm kernel (PK) terkoreksi lebih tipis, yakni 0,3% yoy menuju 120.068 ton dari sebelumnya 120.393 ton. Namun, kernel extraction rate naik 0,13% yoy menjadi 5,54% dibandingkan per September 2017 sebesar 5,41%.
--page
Adapun, oil extraction rate (OER) turun 0,16% menjadi 21,70% dari sebelumnya 21,86%. OER atau tingkat rendemen adalah perbandingan jumlah CPO yang diproduksi dalam setiap kilo gram TBS.
Sedangkan senior Analis Paramitra Alfa Sekuritas William Siregar mengatakan, investor jangka panjang hanya perlu fokus pada emiten yang diuntungkan dengan kebijakan biodiesel 20% (B20). Banyak emiten CPO yang akan terdorong sentimen berita positif terkait kebijakan B20.
"Kalau berdasarkan sentimen B20, semua emiten sektor ini akan meningkat. Tapi tidak akan bertahan semuanya," kata William dalam risetnya.
Sebab, cepat atau lambat investor akan sadar bahwa sentimen kebijakan B20 tidak akan dirasakan oleh seluruh emiten CPO. William menilai, dampak kebijakan B20 hanya bisa dinikmati beberapa emiten seperti PT Sinar Mas Agro Resources dan Technology Tbk (SMAR).
"Ini karena emiten tersebut sudah memiliki pabrik produksi sendiri," papar William.
William merekomendasikan buy untuk saham SMAR. (NEDELYA RAMADHANI/m)








