BORNEONEWS, Sampit - Nelayan dan warga di daerah pesisir Dusun Cemeti, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur jauh dari perhatian pemerintah daerah.
"Nelayan yang berada di pesisir jauh hidup miskin, mereka selama ini tidak pernah mendapatkan bantuan hingga perhatian untuk kegiatan mereka sebagai nelayan," tuding Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, H Rudianur, Selasa (19/3/2019).
Rudianur menyebutkan, dusun itu memang jauh, bahkan banyak yang tidak mengetahui keberadaanya. Sebab, kondisi geografisnya hanya bisa dilalui akses jalur laut. Dusun ini bagian dari Desa Satiruk yang merupakan desa paling ujung di Kotim.
Selain jauh kata dia wilayah mereka masih dalam bentuk dusun, kondisi hidupnya sangat memprihatinkan. Itu ia ungkapkan karena sudah melakukan kunjungan sendiri ke sana, melihat bagaimana mereka hidup dengan kondisi serba terbatas dan wilayah mereka masih tersisolir dibanding daerah lain
“Saya berkunjung di sana rata-rata mereka berprofesi sebagai nelayan. Ternyata mereka selama ini terkesan tidak pernah merasakan bantuan dan perhatian dari pemerintah daerah," tukas Rudianur.
--page
Padahal masyarakat di sana bagian dari Kotim tetapi lepas dari sasaran program pemerintah, sehingga di tahun ini Pemkab Kotim melalui dinas teknis bisa melihat langsung. Bahkan saat ia ke sana warga berharap ada bantuan baik berupa kapal tangkap ikan hingga perangkat lainnya. (NACO/B-5








