SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meminta PT Telkom dan perusahaan seluler, agar membantu mengatasi permasalahan blank spot di sejumlah desa. 

"Masih ada desa yang belum merasakan sinyal telepon seluler. Jadi, kami minta ada bantuan dari pihak berwenang," kata Wakil Bupati Kotim, Taufiq Mukri, Selasa (19/3/2019). 

Dia menerangkan, saat ini masih ada 15 desa yang tidak ada sama sekali jaringan seluler. Terutama di wilayah kecamatan yang jauh dari perkotaan. Seperti sejumlah desa di Kecamatan Antang Kalang, dan Mentaya Hulu. 

Keadaan tersebut menyulitkan masyarakat. Terutama saat ingin berkomunikasi. Dampaknya juga dirasakan pemerintahan desa, seperti tidak bisa melakukan pelaporan dengan cepat. 

"Sinyal telepon seluler sangat penting, baik untuk masyarakat dan juga pemerintahan desa," kata Taufiq. 

--page

Selain itu, laporan bencana dan juga kejadian lainnya juga membutuhkan adanya sinyal. Agar laporan cepat disampaikan ke pemerintah kabupaten. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)