BORNEONEWS, Sukamara - Wakil Bupati Sukamara H Ahmadi mengatakan, kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sukamara diukur dari tiga dimensi, yakni pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat.
Diketahui angka IPM Sukamara saat ini terus mengalami peningkatan. Target pada 2018 adalah 69,00.
"Untuk indeks kesehatan di wilayah kita dengan indikator angka harapan hidup 71,41 tahun, ini termasuk klasifikasi tinggi," ujarnya.
Kemudian, indeks pendidikan dengan indikator yaitu rata-rata lama sekolah sebesar 7,83 tahun, termasuk klasifikasi sedang, dan Angka Partisipasi Murni (APM) 62,14 tahun termasuk klasifikasi tinggi.
"Setelah itu daya beli masyarakat dengan indikator pengeluaran per kapita Rp3,5 juta," ujarnya.
--page
Ahmadi menuturkan, berdasarkan perhitungan secara agregasi IPM untuk Sukamara mengalami peningkatan setiap tahun.
IPM di 2015 dengan rata-rata ukur 65,80, kemudian di 2016 mengalami kenaik menjadi 66,40 dan kembali naik menjadi 66,98 di 2017.
"Dari angka ini menunjukan pembangunan yang dilaksanakan di Sukamara telah berupaya menempatkan manusia sebagai titik sentral pembangunan," imbuhnya. (NORHASANAH/B-6)








