SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Supriadi tidak sepakat dengan kebijakan pemerintah pusat mengimpor daging sapi dari Australia.

Pasalnya, kebijakan itu dianggap mematikan usaha peternakan nasional, yang juga berdampak kepada para peternak lokal.

Menurut dia, usaha peternakan masyarakat bahkan pengusaha dalam negeri berdampak akibat impor tersebut.

"Harusnya impor daging ini melihat produksi peternak kita," kata Supriadi, Rabu (20/3/2019).

Ia berharap, pengembangan peternakan bisa dilakukan seluas-luasnya bagi masyarakat. Sehingga tidak lagi bergantung dengan sapi dari luar negeri.

--page

"Berikan kesempatan kepada pengusaha atau peternak sapi kita untuk mengembangkan usaha seluas-luasnya. Karena jika tidak ada dukungan dari pemerintah tentu sulit bagi mereka untuk berkembang," tegas Supriadi yang juga ketua DPD Partai Golkar Kotim ini.

Ia melanjutkan, dirinya lebih sepakat jika pemerintah mengembangkan para peternak yang ada di daerah. Sebab, pengembangan merupakan salah satu upaya untuk mendukung program swasembada daging.

Pengembangan peternakan sapi juga sangat bagus jika diberikan kesempatan kepada peternak dalam negeri, Untuk itu, ia meminta pemerintah pusat mempermudah sarana dan prasarana serta perizinannya dan menyetop impor sapi. (NACO/B-3)