BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur H Dani Rakhman khawatir dengan kondisi cuaca yang belakangan ini mulai mengeringkan semak belukar.
"Kondisi ini harus diantisipasi agar jangan sampai munculnya titik api di daerah yang sudah mulai kering itu," kata dia, Kamis (21/3/2019).
Dia menekankan agar mulai saat ini segala sumber daya yang ada harus dipersiapkan untuk menghadapi kemungkinan musim kemarau.
Karena sekarang panasnya sehari saja sudah cukup membuat lahan terlantar itu kering, apalagi jika berminggu-minggu lahan kering pasti mudah terbakar dan ini akan selalu jadi ancaman bagi masyarakat
Selain itu, perusahaan di Kotim juga dituntut untuk aktif seperti tahun sebelumnya bekerjasama dengan pemerintah untuk memadamkan api. Pasalnya titik api yang muncul di sekitar areal perusahaan sulit dijangkau tim pemadam pemerintah.
--page
Maka dari itu permasalahan ini tidak hanya sekedar tugas dari tim pemadaman api sejak namun juga harus bersinergi dengan pihak perkebunan atau perusahaan lainnya yang melakukan investasi di daerah ini
“Beberapa hari terakhir ini mulai panas, dan kali ini panasnya cepat sekali mengeringkan parit, selokan hingga daerah yang tergenang air. Kita khawatir ini memancing munculnya titik api, maka dari itu pemerintah harus siaga," pungkasnya. (NACO/B-5)








