KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan - Pekerja seks komersial (PSK) di lokalisasi Km19 Desa Hampalit, Kereng Pangi dan Bukit Tenjek, Tumbang Samba, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan berasal dari sejumlah daerah di Indonesia.

Wakil Bupati Katingan, Sunardi Litang, menuturkan hal tersebut dalam kunjungan kerja (kunker) ke Pemko Surabaya, Jawa Timur, terkait rencana penutupan lokalisasi, Kamis (21/3/2019).

SunardI Litang memaparkan, jumlah PSK di wilayahnya ada sekitar 150 orang. Namun yang terdaftar di Dinas Sosial Katingan sebanyak 99 orang.

Rinciannya, dari Provinsi Jatim sebanyak  21 orang, kemudian Provinsi Jawa Tengah 25 orang, Kalimantan Tengah 52 orang, dan Bangka Belitung 1 orang.

"Kami rombongan dari Kabupaten Katingan mohon bantuannya kepada Pemkot Surabaya memberikan kiat-kiat yang dilakukan sehingga penutupan lokalisasi di Katingan dapat dilaksanakan dengan baik, dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang dilakukan Pemko Surabaya," kata Sunardi.

--page

Dia mengharapkan, proses penutupan eks lokalisasi dapat diubah menjadi kawasan yang bisa menghasilkan sesuatu bermanfaat dan berhasil guna bagi masyarakat. (ABDUL GOFUR/B-11)