SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Polres Kotawaringin Timur (Kotim) laksanakan apel gelar pasukan Operasi Mantap Brata Telabang 2019 di Taman Kota Sampit, Jumat (22/3/2019). Apel tersebut dilakukan dalam rangka pengamanan tahapan pemilihan umum (Pemilu) 2019.

"Apel ini dilakukan untuk melihat kesiapan pasukan gabungan yang nantinya akan bertugas untuk melakukan penjagaan dan pengamananan tahapan pemilu yang digelar 2019. Sekarang tahapannya sudah masuk ke kampanye terbuka. Sejauh ini personel gabungan siap mengamankan pelaksanaan tahapan pemilu," ucap Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel.

Apel tersebut diikuti oleh jajaran Polres Kotim, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Pemilu), Komisi Pemilihan Umum (KPU) serta Organisasi Masyarakat, Perlindungan Masyarakat (Linmas) dan Potemsi Masyarakat (Potmas) yang berada di Bumi Habaring Hurung.

Dalam amanatnya, Kapolres Kotim mengatakan ada tujuh prioritas, yakni yang pertama, mewujudkan pemilu yang aman, lancar dan damai. Kedua, menghindari ketidaknetralan anggota Polri/TNI. Ketiga, mengedepankan langkah proaktif dengan mengoptimalkan deteksi dini guna mengetahui dinamika yang berkembang untuk selanjutnya dilaksanakan upaya pencegahan dan penanganan secara dini. 

Keempat, mendorong seluruh elemen KPU, Bawaslu, caleg, parpol dan masa pendukung, pemda, media, tokoh masyarakat, serta pengawas pemilu independen untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diemban sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kelima, gelorakan deklarasi pemilu damai di masing-masing wilayah dengan mengikutsertakan elemen-elemen yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilu. 

--page

Keenam, kepolisian di era demokrasi juga diwujudkan dengan adanya jaminan keamanan dalam penyelenggaraan berbagai agenda demokrasi. Seperti penyampaian pendapat di muka umum, kemerdekaan berserikat dan berkumpul, serta jaminan keamanan dalam penyelenggaraan pemilihan langsung. 

"Dan yang terakhir, masyarakat harus memilih anggota legislatif serta presiden dan wakil presiden. Jangan sampai tidak atau golput. Kami siap menjaga kondusifitas mulai dari tahapan hingga pemilu selesai," tuturnya. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-2)