BORNEONEWS, Sampit - Tokoh adat di Kabupaten Kotawaringin Timur, Muhammad Jais Kurdi meminta masyarakat mendukung pelaksanaan pesta demokrasi pada 17 April 2019 dengan menekankan pemilih selektif memilih calon legislatif (caleg) yang bisa memperjuangkan aspirasi.
"Masyarakat harus benar-benar melihat mana figur yang layak untuk dipilih dan mana yang tidak, karena jika sembarangan memilih dampaknya akan mereka rasakan selama lima tahun kedepan," kata Jais, Jumat (22/3/2019)
Menurut Jais, masyarakat jangan sampai salah dalam menentukan pilihannya. Jangan hanya karena diimingi uang Rp100.000 saja rela menggadaikan hak pilihnya.
"Harus pilih figur yang nantinya mampu mengawal aspirasi dan memperjuangkan apa yang menjadi keinginan masyarakat," ucap damang kepala adat Kecamatan MB Ketapang tersebut.
Jais mengaku sependapat dengan apa yang disampaikan oleh Ketua DPRD Kotawaringin Timur beberapa waktu lalu, HM Jhon Krisli di mana menurutnya jangan sampai memilih caleg seperti halnya memilih kucing dalam karung.
--page
Bahkan selama ini siapa yang duduk di lembaga tersebut bisa dinilai mana yang bisa membawa dan memperjuangkan aspirasi masyarakat dan mana yang tidak
"Karena tugas dan fungsi DPRD ini sangat jelas salah diantaranya pengawasan dan fungsi anggaran, jika apa yang menjadi aspirasi masyarakat tidak pernah mereka perjuangkan bagaimana mau membawa lembaga tersebut ke arah yang lebih baik," tegasnya
"Kalau hanya duduk, datang dan diam itu semua orang bisa, tapi orang yang bisa berbicara dan membawa aspirasi masyarakat itu yang sulit, ya tinggal dilihat konstituen mereka apa yang mereka perbuat selama ini, untuk masyarakat itu salah satu menjadi poin penting dalam menilai untuk memilih wakil rakyat kita," pungkasnya. (NACO/B-5)








