BORNEONEWS, Sukamara - Kepala Seksi Pengendalian Penyakit pada Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Kabupaten Sukamara Benson Nababan mengatakan, sosialiasi mengenai HIV/AIDS bagi warga binaan di Lapas Kelas III sebagai upaya pencegahan.
"Ini adalah upaya pencegahah. Selain itu untuk mengetahui sedini mungkin agar bisa diberikan penangan," ucap Benson Nababan, Sabtu (23/3/2019)
Menurut Benson, HIV adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD. Bila HIV tidak segera ditangani akan berkembang menjadi kondisi serius yang disebut AIDS.
"Kegiatan seperti ini harus kita laksanakan di tengah-tengah masyarakat. Sehingga masyarakat bisa mengetahui dampak buruknya dari HIV/AIDS ini," ujarnya.
Ditambahkannya, berdasarkan Permenkes Nomor 21 Tahun 2013, di dalamnya diatur peta jalan pelaksanaan termasuk skrining pada kelompok beresiko yang tanggung jawab pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten melalui Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut (FKTL).
--page
Sementara itu, Kalapas Kelas III Sukamara Asmuri mengatakan bahwa sosialiasi tentang HIV/AIDS bagi warga binaan dan petugas Lapas merupakan sebagai upaya pencegahan agar terhindar dari hal-hal yang menyebabkan HIV/AIDS sedini mungkin.
"Dengan mengetahui penyebab dan dampak buruk yang ditimbulkannya dari HIV/AIDS ini, setidaknya mereka akan berupaya untuk mengingat dan menghindari hal yang menjadi penyebab," kata Asmuri. (NORHASANAH/B-3)








