BORNEONEWS, Sampit - Pedagang di pasar rakyat Sampit Expo mengaku, pendapatan mereka pada kegiatan yang berlangsung di Sampit Water Park, Jalan Tjilik Riwut, Km 3,5, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), itu lebih kecil dari tahun sebelumnya.
"Pada Sampit Expo kali ini pendapatan memang minim. Bahkan keuntungan hanya sedikit," ujar Wahyu, pedagang pakaian, Sabtu (23/3/2019) malam.
Wahyu yang berasal dari Jawa Tengah mengaku pendapatannya sangat berbeda dengan Sampit Expo 2018. Pada tahun lalu ia mendapat keuntungan di atas Rp10 juta. Namun pada Sampit Expo tahun ini, hingga malam penutupan, belum sampai Rp10 juta.
"Sedikit saja, keuntungan itu belum dipotong bayar sewa stand yang mencapai Rp5 juta," kata Wahyu.
Menurunnya, pendapatan pedagang dipengaruhi jumlah pengunjung yang juga menurun. Bahkan pendapatan Wahyu saat sore hari hanya sekitar Rp300 ribu. Pengunjung baru mulai ramai pada pukul 17.00 hingga 21.00 WIB.
--page
"Kalau dulu (2018) pukul 15.00 sudah ramai pengunjung. Bahkan keuntungan pada sore hari saja bisa sampai Rp1 juta. Namun di Sampit Expo kali ini, hanya Rp300 ribu pada sore hari," ungkap Wahyu.
Ia menduga, hal itu terjadi karena tempat kegiatan cukup jauh bila dibandingkan dengan lokasi Sampit Expo 2018 yang digelar di Stadion 29 November Sampit. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)








