BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Setelah memperingatkan Uni Eropa bahwa Malaysia akan melakukan tindakan balasan jika kawasan itu melarang impor minyak sawit, Perdana Menteri Dr Mahathir Mohamad akhir pekan lalu mengancam akan beralih ke China untuk pengadaan pesawat tempur.
“Jika mereka tetap menerapkan kebijakan melarang impor minyak sawit, kami akan memikirkan untuk membeli pesawat dari China atau negara lain,“ tegas Mahathir di sela peluncuran kampanye “Love our Palm Oil” di Ladang East, Pulau Carey, Malaysia, akhir pekan lalu.
Namun demikian, Mahathir menegaskan pihaknya tidak mendeklarasikan perang terhadap UE, karena negeri itu masih membutuhkan sejumlah produk dari Benua Biru.
Jadi, menurut dia, setiap tindakan untuk mengurangi atau menghentikan impor barang dari UE akan dikaji terlebih dahulu dengan melihat dampaknya terhadap negeri jiran tersebut.
Adapun Parlemen Eropa saat ini tengah dalam proses untuk melarang pemakaian minyak sawit untuk pembuatan biofuel, sementara jaringan retail di Inggris dan Islandia telah mengumumkan rencana untuk menghentikan penggunaan komoditas andalan Indonesia dan Malaysia tersebut.
--page
Malaysia bersama Indonesia merupakan penghasil minyak sawit terbesar dunia, dengan produksi hampir 90% dari pasokan minyak sawit global. (NEDELYA RAMADHANI/m)








