BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas tahun ini rencananya akan memprogramkan pengembangan padi jenis IPB 1 R untuk dikembangkan, guna meningkatkan produksi padi di daerah.
Hal itu sejalan dengan Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas yang bertekad terus meningkatkan hasil produksi padi, sehingga Kapuas selalu menjadi daerah yang dikenal dengan lumbung padinya Kalteng.
"Untuk itu di tahun 2019, kami memprogramkan pengembangan padi IPB 1 R Dadahup seluas 120 ha, pengembangan padi lahan kering menetap (wilayah non pasang surut) seluas 30 ha," ucap Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kapuas Anjono Bhakti kepada wartawan, Senin (25/3/2019).
"Pemberdayaan penangkar padi sebesar 10 hekatar, kluster padi sebesar 20 hektar dan dembul 2 hektar," lanjutnya.
Selain itu, pihaknya juga akan terus mengupayakan peningkatan produksi padi setiap tahunnya, sehingga bisa memberikan dampak yang baik dan positif bagi daerah ke depannya.
--page
Dimana sejak tahun 2017 dan tahun berikutnya hasil produksi padi kembali meningkat.
“Produksi padi kita tahun 2017 sebesar 345.591 ton dan tahun 2018 sebesar 347.694 ton,” sebutnya. (DODI RIZKIANSYAH)








