SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Markas Batalyon Raider 631 Antang, Sampit, digegerkan dengan adanya ledakan bom di sebuah masjid yang ada di sekitar markas yang dilakukan oleh teroris bersenjata, Senin (25/3/2019).

Keadaan tersebut membuat sejumlah jemaah masjid yang sedang melaksanakan ibadah membeludak keluar menyelamatkan diri.

Akan tetapi usaha mereka sia-sia. Karena di luar masjid sudah ditunggu para teroris yang langsung menembaki mereka secara membabi buta.

Setelah melakukan penyerangan dan pengeboman di masjid tersebut para pelaku teror langsung pergi meninggalkan lokasi.

Sedangkan aparat langsung membentuk tim satuan tugas (Satgas) terorisme untuk menangkap para pelaku teror.

--page

Tidak berapa lama setelah kejadian, aparat berhasil membekuk para kawanan teroris tersebut.

Bahkan, aparat juga langsung mengebom rumah tempat persembunyian teroris guna menghindari adanya simpanan bahan peledak di tempat mereka bersembunyi.

Itulah atraksi yang diperankan TNI dan juga Polri. Ini sebagai salah satu penyemarak kegiatan upacara HUT Ke-45 Korem 102 Panju Panjung dan juga HUT Ke-60 Batalyon Raider 631 Antang.

Kegiatan ini dipimpin Kapolda Kalteng Irjen Pol Anang Revandoko, diikuti personel TNI, Polri, dan Satpol PP di markas Batalyon Rider 631/Antang.

Dalam kesempatan ini Kapolda mengajak jajaran TNI dan Polri agar bisa bersatu dalam mengamankan keutuhan NKRI.

--page

"Kita semua harus bersatu, jangan sampai terpecah belah, agar segala bentuk keamanan tetap terjaga," tandas Anang.

Ia menyebutkan, agar seluruh aparat bisa menjaga situasi kamtibmas di Kalteng. Terutama memasuki tahapan pemilihan umum (Pemilu) harus selalu ditingkatkan kewaspadaan.

"Solidaritas TNI dan Polri juga harus diperkuat. Agar setiap sapa saja yang ingin mengganggu daerah ini, bisa diantisipasi," ungkap Anang. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)