BORNEONEWS, Kasongan - Sejumlah pemilik keramba ikan di Kasongan mengeluhkan kondisi air Sungai Katingan yang surut dan keruh.
Pasalnya ,air yang keruh ini biasanya mengakibatkan ikan di keramba terutama yang baru ditabur atau kurang dari sebulan banyak mati.
Sejumlah pemilik keramba ikan di Sungai Katingan bawah Jembatan Sei Katingan, Selasa (26/3/2019) mengaku kondisi daerah aliran sungai (DAS) Katingan sejak lebih sepekan terakhir menyurut dan keruh.
Jika kondisi ini berlanjut hingga beberapa hari kedepan, dikhawatirkan akan banyak ikan di kerambanya yang mati.
"Kalau sudah air sungai keruh itu biasanya akan banyak ikan di keramba kami yang mati," sebut Khairul, pemilik keramba ikan di Kasongan, Selasa (26/3/2019).
--page
Khairul mengaku ikan di keramba miliknya, terutama yang berumur kurang tiga bulan sejauh ini sudah mulai ada yang mati. Namun dirinya mengaku bahwa kematian ikan di kerambanya masih dinilai wajar.
Tapi kalau dalam beberapa kedepan hujan tidak lagi mengguyur Kasongan dan sekitarnya dan air Sungai Katingan bertambah surut, kemungkinan akan banyak ikan yang mati.
"Soalnya dari engalaman sebelumnya, kalau kondisi air Sungai Katingan surut lebih seminggu biasanya akan banyak ikan keramba kita yang mati," tuturnya.
Khairul mengaku memiliki delapan keramba yang semuanya diisi ikan jenis nila. Menurutnya, memelihara ikan nila dinilai lebih menguntungkan dibanding dengan jenis lainnya seperti emas maupun patin.
"Keuntungan nila itu selain lebih tahan kondisi air yang agak keruh, juga harga jualnya tidak kalah bersaing dengan emas, makanya semua keramba milik kita isi nila," imbuhnya.
--page
Udin, pemilik keramba lainnya di Sungai Katingan juga mengeluhkan kondisi air sungai yang menyurut itu.
"Harapan kami kembali ada hujan di Kasongan dan sekitarnya, biar kondisi air sungai pasang lagi, sebab kalau terus surut kita khawatir ikan keramba kami banyak yang mati," keluhnya.
Udin mengaku rata-rata ikan kerambanya berumur tiga sampai empat bulan, yang dinilai masih belum bisa dipanen.
"Kalau banyak yang mati jelas saja kita merugi, soalnya harga pakan ikan sekarang juga mahal, sementara ikan yang ada masih belum siap panen," katanya menambahkan. (ABDUL GOFUR/B-6)








