BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Sampoerna Agro Tbk. (SGRO) menyatakan persediaan minyak sawit mentah (CPO) milik perseroan semakin berkurang seiring dengan meningkatnya permintaan penjualan.
"Produksi CPO pada Januari hingga Februari 2019 dalam kategori cukup baik dan bertumbuh dua digit dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Volume penjualan melebihi produksi 2 bulan, sehingga persedian kami menurun secara progresif," kata Head of Investor Relations Sampoerna Agro, Michael Kesuma, di Jakarta, Rabu (27/3/2019).
Michael memproyeksikan persediaan SGRO pada Maret hingga April tahun ini bisa mencapai 25.000 ton.
"Diharapkan black campaign yang dilakukan oleh Uni Eropa bisa diatasi dengan segera oleh pemerintah dan juga oleh industri secara bersamaan," papar dia.
Pada 2019, Sampoerna Agro mengalokasikan belanja modal senilai Rp600 miliar hingga Rp800 miliar. Adapun komposisi belanja modal tersebut sebesar 53% untuk perkebunan sawit serta karet, dan sisanya akan digunakan untuk membangun aset bersifat tetap seperti bangunan, infrastruktur dan rumah.
--page
Lebih rinci, SGRO berencana melakukan penanaman baru kebun kelapa sawit seluas 2.000 ha sampai 4.000 ha pada 2019. Untuk realisasi penambahan lahan tertanam mencapai 2.000 ha pada 2018.
Selain itu, capex yang dialokasikan SGRO juga telah memperhitungkan penanaman karet sekitar 1.000 ha hingga 2.000 ha pada 2019. (NEDELYA RAMADHANI/m)








