SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit -  Dari 40 anggota dewan, hanya tersisa 28 orang caleg anggota DPRD Kotim 2019 yang berasal dari petahana atau inkumben yang bersaing.

Mereka bertarung kembali di masing-masing dapil. Sementara yang tidak mencalonkan diri lagi ada 5 orang dan selebihnya maju ke DPRD Pronvisi Kalteng.

Ketua DPRD Kotim HM Jhon Krisli mengatakan, periode 2014-2019 ini  jabatannya akan berakhir di Agustus mendatang sehingga genap lima tahun.

Jhon mengakui di akhir jabatan DPRD periode ini tentunya akan jadi laporan kinerja untuk konstituen masing-masing caleg, terutama  mereka yang berasal dari petahana. 

Lima tahun tentunya untuk caleg inkumben ada penilaian dari publik atau konstituennya, apa yang sudah dilaksanakan dan diperbuat untuk warganya.

--page

"Tentu apa yang sudah dilakukan pasti jadi salah satu rekam jejak dan catatan bagi pemilih yang rasional,“ kata Jhon Krisli, Kamis (28/3/2019)

Dari itu, ia mengajak masyarakat untuk menjadi pemilih yang rasional bukan sebaliknya tradisional. Salah satu ciri pemilih rasional yakni dalam memilih caleg  memerhatikan kompetensi dan kemampuan caleg yang bertarung. 

Pemilih juga harus mempertimbangkan program caleg yang ditawarkan kepada masyarakat sehingga tidak salah pilih. (NACO/B-2)