PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Perubahan teknologi yang pesat saat ini mendorong perkembangan fenomena ekonomi berbagi sharing economy di masyarakat.

"Mulai dari kegiatan ekonomi berbasis peer-to-peer (P2P) hingga business-to-business (B2B), semuanya merupakan femomena sharing economy," kata Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Institute dan Keuangan Digital, Sukrela Batunanggar di kampus IAIN Palangka Raya dalam kegiatan OJK Mengajar, Kamis (28/3/2019).

Fenomena ini telah terjadi dan jika Indonesia tidak siap akan perubahan ini, menurunya, maka akan berdampak disrupsi di berbagai industri seperti media, akomodasi, telekomunikasi, transportasi, perdagangan dan keuangan.

"Di sini peran teknologi keuangan, yang kita kenal dengan sebutan Fintech, untuk menjadi bagian dari Industri Jasa keuangan dalam membantu pemerintah menghadapi tantangan yang ada," tuturnya.

Dengan teknologi, manfaat produk dan layanan keuangan dapat dinikmati hingga kepada kelompok underserved yang sebelumnya tidak memiliki akses ke layanan keuangan formal.

--page

"Teknologi juga diharapkan mampu membawa tingkat literasi keuangan Indonesia yang lebih maju. Kedua manfaat besar inilah yang nantinya akan menghasilkan pertumbuhan inklusi keuangan Indonesia," jelasnya.

Kepala OJK Kalimantan Tengah, Iwan Tri Handoyo mengatakan beberapa kampus memang diundang untuk mengirimkan mahasiswanya mengikuti acara tersebut. (TESTI PRISCILLA/B-6)