KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas terus mendorong wilayah perdesaan agar bebas dari buang air besar sembarangan (SBS/BASNO) sehingga lingkungan, terutama bantaran sungai tidak tercemar ke depannya.

Kepala Dinas Kesehatan Kapuas Apendi mengatakan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak pemerintah kecamatan maupun pemerintahan desa dalam menekan dan mengurangi buang air besar sembarangan.

“Salah satunya melalui program desa ODF. Adapun upaya yang kita lakukan sekarang ini bekerjasama instansi terkait, bagi masyarakat yang tidak mampu kita sediakan atau berikan closed dan bantuan septic tank melalui Dinas PUPRPKP Kabupaten Kapuas,” ucap Apendi kepada wartawan, Jumat (29/3/2019).

Lebih lanjut dia menyebutkan, sekitar 30 desa di Kabupaten Kapuas telah bebas dari buang air besar sembarangan. Puluhan desa tersebut tersebar di beberapa kecamatan di Kapuas.

“Untuk Kabupaten Kapuas saat ini sudah ada sebanyak 30 desa ODF (Open Defecation Free) atau bebas dari buang air besar sembarangan (SBS/BASNO),” katanya.

--page

Menurut Apendi, lingkungan adalah faktor yang sangat memengaruhi kesehatan. Lingkungan yang tidak sehat akan menyebabkan munculnya penyakit. Karena itu, pemerintah berupaya meningkatkan lingkungan.

"Kami harapkan pada 2019 ini 80 persen desa di Kabupaten Kapuas telah terbebas dari buang air besar sembangan," ucapnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-2)