BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Secara tidak langsung, keberadaan perkebunan kelapa sawit juga membawa manfaat lain bagi masyarakat.
Salah satunya dibangun infastruktur berupa jalan yang bisa dinikmati oleh warga di sekitar perkebunan kelapa sawit.
Seperti yang diungkapkan Masrudin (51 tahun), Kepala Desa Sungai Kuning, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar)
Ia yang mengikuti orang tuanya transmigrasi dari Pulau Jawa ke desa tersebut sekitar tahun 1984 merasakan perubahan positif yang dirasakan warga sebelum dan sesudah masuknya perkebunan sawit sekitar 1993 di sekitar desanya.
"Dulu orang tua saya mengikuti trasmigrasi Perkebunan Inti Rakyat (PIR) yang membudidayakan tanaman karet. Walau saat itu sudah dihuni peserta transmigrasi sekitar 250 KK, akses jalan menuju Kota Pangkalan Bun masih sangat susah. Para pelajar di desa tersebut harus sekolah di dalam kota Pangkalan Bun dan kos di sana. Untuk menuju ke dalam kota, kami harus menumpang kelotok menggunakan transportasi sungai," jelas Masrudin.
--page
Namun, lanjutnya, setelah masuknya perusahaan kelapa sawit, tentunya perusahaan memerlukan infastruktur jalan untuk membawa hasil kebun.
"Nah, untuk itulah perusahaan membuka akses jalan yang menghubungkan antar kebun. Jalan tersebut juga tembus ke desa-desa sekitar kebun hingga menuju Jalan Trans Kalimantan untuk memermudah transportasi karyawan untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Karena itulah secara tidak langsung, jalan tersebut bisa kami manfaatkan untuk bepergian dengan mudah," jelas Masrudin.
Selain itu, lanjut Masrudin, Desa Sungai Kuning yang berbatasan langsung dengan PT Gunung Sejahtera Puti Pesona (GSPP) juga merasakan bahwa menanam kelapa sawit lebih menguntungkan dibanding dengan tanaman yang sebelumnya mereka rasakan.
"Karena bila kami menanam karet, tentunya kami harus setiap hari melakukan penyadapan. Namun saat kami menanam kelapa sawit dan tanaman tersebut sudah memproduksi buah, kami hanya melakukan panen dua kali sebulan dengan nilai pendapatan yang lebih dibandingkan tanaman karet. Selain itu dua minggu menunggu panen sawit, kami bisa mengerjakan hal lain yang bisa menambah perekonomian. Baik itu menanam sayuran, hingga bekerja sebagai tenaga lepas di perkebunan kelapa sawit. Artinya pendapatan kami menjadi lebih meningkat dibandingkan sebelumnya," jelas Masrudin.
Terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Kobar Kamaludin menjelaskan selain manfaat yang dirasakan masyarakat, diakui bahwa produk pertanian kelapa sawit merupakan penyumbang devisa nasional terbesar dan penyelamat neraca perdagangan.
--page
"Selain itu bentuk kontribusi yang signifikan dirasakan dari adanya perkebunan kelapa sawit bagi masyarakat adalah ketersediaan lapangan kerja yang berdampak pada perbaikan ekonomi dari masyarakat. Hal itu bisa kita lihat didaerah yang banyak tanaman dan perkebunan sawit seperti Kecamatan Pangkalan Lada dan Pangkalan Banteng," jelas Kamaludin.
Selain itu, banyaknya karyawan di perusahaan kelapa sawit juga membawa dampak dari banyaknya peredaran uang di pasar yang berada dekat perkebunan.
"Karena karyawan perkebunan tentunya membutuhkan keperluan sehari -hari, mulai sembako hingga perlengkapan rumah tangga. Artinya didaerah sekitar perkebunan, menumbuhkan usaha masyarkat baik dalam bidang perdagangan produk hingga jasa," jelas Kamaludin.****








