BORNEONEWS, Palangka Raya - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler yang ke-104 Kodim 1016/Palangka Raya tahun ini dipusatkan di Kalampangan, Kecamatan Sabangau, Palangka Raya.
Program tersebut dibuka oleh Wakil Wali Kota Palangka Raya, Umi Mastikah pada Selasa (26/2/2019). Rangkaian kegiatan baik dalam bentuk fisik maupun non fisik dilakukan.
Dengan penuh semangat dalam bingkai gotong-royong, target satu bulan kegiatan akhirnya rampung. Danrem 102/Panju Panjung Kolonel Arm Saiful Rizal menutup program tersebut pada Rabu (27/3/2019).
Warga pun senang atas kehadiran TNI. Seakan, Februari dan Maret menjadi bulan keberuntungan bagi mereka.
Berikut ulasannya:
Pasca TMMD dimulai, 150 personel tergabung dari TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat langsung eksen menjalankan tugasnya.
--page
Salah satunya pembangunan jalan sepanjang 5,1 kilometer yang menjadi fokus utama dalam program tersebut. Selain itu, turut dibangun tiga jembatan.
Namun demikian, kegiatan non fisik juga tidak kalah pentingnya dalam menambah wawasan warga.
Seperti penyuluhan bela negara, sosialisasi larangan membakar hutan dan lahan, pencegahan penyalahgunaan narkoba hingga sosialisasi terhadap anak didik terkait tertib berlalu lintas.
Asisten Teritorial (Aster) Kasad Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari meninjau pembangunan tersebut pada Selasa (12/3/2019).
Kehadirannya juga disambut antusiasme warga setempat. Selesai peninjauan, ia menyebut semua kegiatan berjalan dengan baik sesuai perencanaan.
Kasad berharap, apa yang telah dilakukan dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
--page
Hal senada juga disampaikan Danrem 102/Pjg Kolonel Arm Saiful Rizal. Ia menyebut kegiatan itu sangat membantu masyarakat.
"Kita berharap pemerintah daerah bisa meningkatkan tahapan berikutnya sehingga akses ini bisa maksimal dalam men-support pertumbuhan ekonomi khususnya di Kalampangan," harapnya.
Sementara itu, Letkol Czi Chandra Adibrata mengatakan terpilihnya Kalampangan sebagai pusat TMMD karena benar-benar membutuhkan.
Dandim mengatakan, jalan yang dibangun itu menghubungkan ke perkebunan warga. "Jadi disitu ada sekitar 20 hektar, terdiri atas 14 hektar buah naga, jambu biji 2 hektar dan sisanya pepaya, melon serta semangka," ucapnya.
Jalan tersebut mulanya rusak berat bahkan nyaris tidak bisa dilewati. Petani kebanyakan memilih menggunakan jalur air jika ingin menuju kebun. Namun kini, mereka bisa dengan mudah menggunakan jalur darat.
"Pembangunan ini untuk membuka isolasi dan memajukan daerah terpencil guna meningkatkan roda perekonomian masyarakat di daerah," timpal Umi Mastikah.
--page
Umi menyebut sangat mengapresiasi Korem, Kodim dan jajaran TNI yang telah mencanangkan program TMMD. Kedepan, hasil dari TMMD akan diintegrasikan dalam program pembangunan demi penyempurnaan sarana prasarana.
Ungkapan terimakasih juga disampaikan Lurah Kalampangan, Hadi Suwandoyo. Ia berharap, perekonomian warga di wilayahnya dapat meningkat. (BUDI YULIANTO/B-5)








