BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengutamaan Bahasa Indonesia di ruang publik menurut Kepala Balai Bahasa Kalimantan Tengah, I Wayan Tama, menjadi salah satu topik yang sangat ditekankan dalam kegiatan Diseminasi Gerakan Literasi Nasional (GLN) di Kalimantan Tengah.
Kegiatan itu digelar pada Selasa—Rabu, 26-27 Maret 2019 lalu di Swisbell Hotel Danum, Palangka Raya. Berbagai pihak yang merupakan pejabat publik atau yang mewakili dari 14 Kabupaten/Kota diundang mengikuti kegiatan ini.
Begitu pula perwakilan dari lembaga pendidikan, seperti perguruan tinggi, SMA, SMP, SD, dan TK/PAUD. Organisasi, seperti HISKI, PGRI, IGI, PKBM, dan MGMP juga dipartisipasikan dalam kegiatan ini.
Beberapa komunitas literasi juga berkesempatan untuk mengikuti kegiatan ini. Kurang lebih 110 peserta pun terlibat dalam kegiatan yang bertema 'Menghimpun semua potensi dan dan memperluas keterlibatan publik dalam menumbuhkembangkan dan membudayakan literasi di Kalimantan Tengah' ini.
"Tujuan kami ialah menyampaikan bahwa Gerakan Literasi Nasional merupakan tugaskita bersama," kata Wayan, Minggu (31/3/2019).
--page
Menurut Wayan, gerakan literasi nasional bertujuan membangun budaya literasi, menyiapkan generasi emas Indonesia 2046, merevitalisasi dan memperkuat kapasitas ekosistem pendidikan, melestarikan budaya dan jati diri bangsa Indonesia dalam mendukung Gerakan Revolusi Mental (GNRM).
"Termasuk menguatkan pendidikan karakter sebagai roh dan pondasi pendidikan melalui harmonisasi olah hati atau etik, olah rasa atau estetika, olah pikir atau literasi, dan olahraga atau kinestetik," jelas I Wayan. (TESTI PRISCILLA/B-2)








